461 Hotspot dan 189 Karhutla Bakar 859,49 Hektare Lahan Kobar

oleh
oleh

Pangkalan Bun, Kaltengonline.com — Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin mengganas. Hingga 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 189 kejadian karhutla tercatat dengan luasan lahan terbakar mencapai 859,49 hektare. Bersamaan dengan itu, 461 hotspot terpantau di wilayah Kobar, Selasa (18/8/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel S.ST., M.T. mengatakan, angka tersebut menjadi gambaran serius mengenai eskalasi ancaman karhutla di Kobar. Terlebih, peningkatan tajam terjadi pada Juli dan Agustus ketika kondisi rawan kebakaran semakin meningkat.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, dari 461 hotspot yang terpantau, Arut Selatan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 226 titik. Selanjutnya Kumai 124 titik, Arut Utara 65 titik, Kotawaringin Lama 34 titik dan Pangkalan Banteng 12 titik.

Lonjakan hotspot paling mencolok terjadi pada Agustus. Sepanjang Juli tercatat 78 hotspot, sementara hingga 18 Agustus jumlahnya sudah mencapai 334 hotspot. Angka tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas panas yang perlu diantisipasi dengan respons cepat.

Catatan kejadian karhutla juga memperlihatkan tren serupa. Dari total 189 kejadian, Arut Selatan menyumbang 98 kejadian, disusul Kumai 63 kejadian, Kotawaringin Lama 8 kejadian, Pangkalan Banteng 10 kejadian, Pangkalan Lada 6 kejadian dan Arut Utara 4 kejadian.

Bahkan, hanya dalam dua bulan terakhir, jumlah kejadian meningkat tajam. Pada Juli tercatat 62 kejadian, sedangkan hingga 18 Agustus sudah mencapai 79 kejadian karhutla. Kondisi ini membuat kewaspadaan harus terus ditingkatkan di seluruh wilayah.

Plt Kabid Kedaruratan, Logistik dan Bencana BPBD Kobar Adnan Santana mengatakan, dampak kebakaran tidak hanya terlihat dari banyaknya kejadian, tetapi juga dari luasan lahan yang terbakar. Hingga pembaruan data, total luasan telah mencapai 859,49 hektare.

Arut Selatan menjadi wilayah paling parah terdampak dengan luasan mencapai 650,95 hektare. Angka tersebut menjadi bagian terbesar dari total luasan karhutla Kobar dan sejalan dengan tingginya jumlah kejadian maupun hotspot di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kumai mencatat luasan terbakar sekitar 110,23 hektare, Kotawaringin Lama 32,1 hektare, Pangkalan Lada sekitar 31,71 hektare, Arut Utara 30,5 hektare, serta Pangkalan Banteng sekitar 4 hektare.

Adnan menegaskan, peningkatan karhutla pada Agustus harus menjadi perhatian bersama. Pemantauan hotspot, laporan masyarakat dan percepatan penanganan di lapangan diperlukan agar api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menambah luasan lahan terbakar.

Dengan 461 hotspot, 189 kejadian karhutla dan 859,49 hektare lahan terbakar, BPBD Kobar mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan. Pencegahan dan kewaspadaan menjadi kunci untuk menahan karhutla agar tidak semakin mengganas di Kobar.