Bupati Shalahuddin Pimpin Penurunan dan Penerimaan Bendera Merah Putih di Tiara Batara

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin pada prosesi pengembalian Bendera Merah Putih di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Senin (17/8).
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin pada prosesi pengembalian Bendera Merah Putih di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Senin (17/8).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar upacara penurunan Bendera Merah Putih sebagai rangkaian penutup peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Arena Tiara Batara, Senin (17/8). Upacara berlangsung khidmat dan tertib dengan Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT bertindak selaku inspektur upacara.

Ribuan masyarakat dan aparatur negara memadati Arena Tiara Batara untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Upacara penurunan bendera ini menjadi puncak akhir dari seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan yang telah berlangsung selama bulan Agustus di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis beserta jajaran, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK, Ketua GOW, serta para kepala perangkat daerah. Kehadiran para tokoh masyarakat dan pimpinan daerah menunjukkan sinergitas yang kuat dalam menjaga semangat kebangsaan.

Barisan peserta upacara terdiri dari anggota TNI, POLRI, Aparatur Sipil Negara (ASN), perwakilan pelajar, dan masyarakat umum.

Antusiasme warga terlihat dari padatnya pengunjung yang hadir untuk menyaksikan langsung prosesi penurunan bendera sekaligus mengakhiri perayaan kemerdekaan tahun ini.

Usai upacara penurunan bendera di Arena Tiara Batara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengembalian Sang Saka Merah Putih di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara. Prosesi berlangsung khidmat ketika bendera merah putih diserahkan oleh petugas pembawa baki, Syalwa Naila, siswi perwakilan dari SMAN 1 Muara Teweh, dan diterima langsung oleh Bupati Shalahuddin.

Penyerahan bendera tersebut menandai berakhirnya secara resmi seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di Kabupaten Barito Utara.

Prosesi pengembalian sang saka menjadi simbol bahwa tanggung jawab menjaga dan menghormati bendera negara telah kembali berada di tangan pemerintah daerah.

Bupati Shalahuddin dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam terkait makna perjuangan dan kemerdekaan bagi masyarakat setempat.

“Penurunan bendera sore ini bukanlah penanda turunnya semangat kebangsaan kita. Sebaliknya, ini adalah pengingat bahwa setelah hari ini, kita harus terus melangkah, bekerja keras, dan bersinergi meneruskan cita-cita para pahlawan untuk membangun Barito Utara yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Bu pati Shalahuddin.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Barito Utara untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan daerah. Semangat perjuangan para pahlawan diharapkan tetap menyala dalam setiap langkah pembangunan ke depan. (ren/ans/ko)