PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, membuat debit sejumlah sungai menyusut. Kondisi ini menyebabkan sampah lama yang sebelumnya tenggelam mulai terlihat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar Syahyani mengatakan, kemarau panjang memang berdampak terhadap debit air sungai, tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap keberadaan sampah.
“Secara umum kemarau panjang berdampak terhadap debit air sungai, tapi terhadap sampah sungai tidak terlalu berdampak,” kata Syahyani, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, sampah yang muncul saat sungai surut bukan berarti sampah baru. Sampah tersebut diduga sudah berada di dalam sungai dan tertutup air ketika debit masih tinggi.
“Kalau di sungai terdapat sampah, ini diduga adalah sampah tenggelam. Saat sungai surut, sampah tenggelam tersebut nampak terlihat baru,” ujarnya.
Syahyani menyebut dampak kemarau justru lebih terasa di daratan. Kondisi kering membuat pepohonan menggugurkan daun dan ranting, sehingga menambah material sampah selain sampah rumah tangga.
DLH Kobar mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Sampah yang dibuang ke sungai dapat tenggelam dan kembali terlihat ketika debit air menyusut.
Masyarakat juga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan selama musim kemarau agar kondisi sungai tidak semakin tercemar.(bob)







