MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar hingga ke pelosok desa. Komitmen ini, diwujudkan melalui peninjauan langsung pembukaan akses jalan baru yang diintegrasikan dengan perluasan jaringan kelistrikan PLN, di Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (2/9).
Peninjauan lapangan yang dipimpin Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan beserta jajaran ini, mempertegas keseriusan pemerintah dalam memerdekakan kawasan yang selama ini, terisolasi dari akses energi listrik.
Turut mendampingi jajaran eksekutif, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Ardianto. Kehadirannya mewakili unsur legislatif bertujuan memberikan dukungan penuh, sekaligus mengawal aspirasi warga agar pembukaan jalan darat tersebut selaras dengan kebutuhan teknis kelistrikan di lapangan.
Di sela-sela peninjauannya, Ardianto menegaskan, pembukaan akses jalan adalah kunci utama untuk memuluskan mobilisasi material berat. Jalan yang memadai akan sangat memudahkan pihak PLN dalam mendistribusikan tiang, gulungan kabel, dan perangkat pendukung lainnya menuju desa-desa sasaran.
“Pembukaan akses jalan ini sangat esensial. Selain melancarkan mobilitas warga sehari-hari, akses ini akan memecah kebuntuan PLN dalam mengangkut tiang dan kabel menuju desa-desa yang selama ini sulit dijangkau,” ujar Ardianto di lokasi proyek.
Ia memaparkan, saat ini masih tersisa sekitar 15 desa di wilayah Barito Utara yang belum menikmati layanan listrik. Oleh karena itu, sinergi antara pembukaan infrastruktur jalan dan perluasan jaringan energi diyakini menjadi solusi paling jitu untuk menuntaskan persoalan tersebut.
Sebagai wakil rakyat, Ardianto berkomitmen kuat untuk terus mengawal target strategis Pemkab Barito Utara, yakni menuntaskan elektrifikasi 100 persen di seluruh pelosok desa pada 2027 mendatang. Hal ini dinilai penting untuk mendongkrak kesejahteraan sosial dan roda ekonomi warga.
“Kita sangat berharap target 2027 seluruh desa sudah teraliri listrik benar-benar tercapai. DPRD akan mendukung penuh dan mengawal ketat program ini, karena masyarakat di pelosok punya hak yang sama untuk menikmati akses listrik dan infrastruktur yang layak,” tegasnya. (Bn/ko)







