Karhutla Kobar Meluas ke KM 19, Kawasan Konservasi Danau Masoraian Terancam

oleh
oleh
Nurhidayah saat memberikan arahan kepada Satgas Karhutla di Posko Induk, Selasa (9/9/2026).

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin meluas. Api di ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama kini mencapai KM 19 dan sebagian membakar kawasan gambut.

Medan yang sulit dijangkau membuat pemadaman melalui jalur darat tidak maksimal. Pemerintah Kabupaten Kobar kembali mengusulkan bantuan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan pihaknya telah tiga kali mengirim surat permintaan dukungan pemadaman udara kepada pihak terkait.

“Lokasinya berada di dalam dan sulit dijangkau armada pemadam. Karena itu, pemadaman dari udara menjadi salah satu solusi,” ujar Nurhidayah saat memberikan arahan kepada Satgas Karhutla di Posko Induk, Selasa (9/9/2026).

Ia menaruh perhatian khusus terhadap potensi api merembet ke kawasan Danau Masoraian yang memiliki fungsi konservasi orangutan. Pemerintah daerah berupaya mencegah kebakaran memasuki kawasan tersebut.

Nurhidayah juga meminta personel Satgas mengutamakan keselamatan dengan menerapkan sistem sif dan tidak bekerja tanpa jeda selama 24 jam. Ia turut mengapresiasi masyarakat yang secara sukarela membantu kebutuhan logistik dan dapur umum bagi petugas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel menyebut terdapat 2.711 hotspot yang terdeteksi di enam kecamatan. Titik terbanyak berada di Kecamatan Kumai, Arut Selatan, dan Kotawaringin Lama.

Total lahan terbakar di Kobar mencapai 1.958 hektare, sementara Satgas telah menangani 325 titik. Kondisi tersebut membuat dukungan pemadaman udara dinilai semakin diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas.(bob)