Viral Warga Tolak Satgas Karhutla di Kumai, Polisi: Ternyata Diduga ODGJ

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Video seorang warga yang menolak personel Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) saat hendak melakukan pemadaman di Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026). Dalam video yang beredar, seorang warga terlihat melarang petugas masuk ke lokasi yang sedang terbakar saat Satgas Karhutla hendak melakukan pemadaman.

Aksi tersebut sempat membuat petugas menghentikan langkahnya. Video itu kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan dari warganet karena terjadi di tengah upaya penanganan karhutla di Kobar.

Namun, polisi memberikan penjelasan terkait identitas dan kondisi warga yang berada dalam video tersebut. Kapolsek Kumai IPDA Kamalul Fahmi mengatakan, warga yang melakukan penolakan itu diduga mengalami gangguan jiwa atau ODGJ.

“Yang melarang itu diduga ODGJ, adik dari yang punya rumah,” ujar Kamalul Fahmi saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Kamalul mengatakan, penolakan yang dilakukan warga tersebut tidak sampai berujung pada keributan. Warga hanya melarang petugas secara lisan dan tidak terjadi kontak fisik dengan personel Satgas Karhutla.

“Kemarin, penolakan hanya dengan kata-kata. Harap maklum karena kondisinya memang begitu,” katanya.

Setelah situasi tersebut diketahui, pemilik rumah kemudian memberikan izin kepada petugas untuk melanjutkan pemadaman. Kendaraan tangki pemadam juga diperbolehkan masuk ke halaman rumah untuk mendukung proses pemadaman.

Satgas Karhutla selanjutnya kembali melakukan pemadaman di lokasi. Kobaran api berhasil dikendalikan, meski petugas masih menemukan asap yang muncul dari lahan bekas terbakar.

Asap tersebut masih terlihat karena lokasi kebakaran berada di kawasan gambut. Kondisi lahan gambut membuat bara api dapat bertahan di bawah permukaan meski kobaran api di atasnya telah berhasil dipadamkan.

“Saat ini api sudah padam, tinggal ada asapnya karena lahan gambut,” jelas Kamalul.

Polisi mengimbau masyarakat tidak salah memahami video yang sempat viral tersebut. Penolakan terhadap Satgas Karhutla disebut bukan berasal dari penolakan masyarakat secara umum, melainkan dilakukan oleh warga yang diduga mengalami gangguan jiwa. Setelah situasi ditangani, petugas tetap dapat melanjutkan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.(bob)