MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus menggenjot pembenahan fasilitas publik dan infrastruktur dasar di berbagai sektor. Saat ini, terdapat tiga program yang menjadi fokus utama pemerintah daerah, yakni renovasi total Arena Tiara Batara, pembangunan sistem penyediaan air bersih, serta penyelesaian sejumlah jembatan strategis penghubung antarkawasan.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT menuturkan, peningkatan kapasitas bangunan Arena Tiara Batara menjadi langkah awal penataan ruang publik. Kapasitas kursi di area VIP dan VVIP yang se lama ini, dinilai sangat terbatas akan diperluas dengan menambah susunan anak tangga tribun hingga ke bagian paling belakang.
“Kapasitas VIP dan VVIP memang masih kurang. Maka, langkah pertama yang kami lakukan hari ini adalah, menambah jumlah kursi dengan memperpanjang trap sampai ke belakang,” ujar Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati, Felix Sonadie Y Tingan AMd, dan Sekretaris Daerah, Drs Muhlis, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD, Senin (14/9).
Perluasan tribun tersebut, otomatis berdampak pada pekerjaan konstruksi lanjutan, yakni peninggian struktur atap di area VIP dan VVIP sekitar dua meter. Di samping perombakan fi sik, pemerintah daerah juga akan membenahi sistem tata suara, guna mengatasi gangguan dengung yang kerap muncul saat acara berlangsung di dalam gedung.
Menurut bupati, pantulan suara tersebut bersumber dari konstruksi dinding bagian belakang panggung. Ke depan, material dinding itu akan diganti menggunakan jaring penyerap agar pantulan suara dapat diredam dengan maksimal. Tak luput dari perhatian, fasilitas sanitasi di Arena Tiara Batara juga, akan disulap menjadi lebih modern dengan mereplikasi standar toilet bandara.
Beralih ke sektor hajat hidup orang banyak, Pemkab Barito Utara tengah mengebut pembangunan sis tem penyediaan air bersih untuk melayani kawasan Jingah, Jambu, hingga Sikui. Pembangunan yang didukung kucuran dana dari pemerintah pusat ini, ditargetkan memiliki kapasitas aliran mencapai 50 liter per detik.
Shalahuddin sangat berharap, krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan klasik masyarakat dapat segera terselesaikan secara permanen. “Insya Allah pada 2027 nanti, masyarakat yang hari ini masih teriak soal air bersih tidak akan mengeluh lagi. Ketersediaan air bersih di daerah kita harus benarbenar aman,” tegasnya.
Sementara itu, di bidang infrastruktur jalan darat, pemerintah daerah memusatkan perhatian pada penyelesaian tiga jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga. Shalahuddin memproyeksikan, jika proyek ini rampung, jarak tempuh dari Tumpung Laung menuju Palangka Raya dapat dipangkas menjadi sekitar empat jam saja, sedangkan dari wilayah Lemo memakan waktu sekitar empat setengah jam.
Selain itu, Pemkab juga terus mendorong percepatan akses darat dari Kecamatan Lahei menuju Lahei Barat hingga menjangkau kawasan Desa Benao. “Fokus kami kali ini adalah menuntaskan tiga buah jembatan tersebut. Kami ingin akses masyarakat makin terbuka lebar, sehingga mobilitas dan waktu tempuh semakin efi sien,” pungkasnya. (ren/ko)






