Pemkab Seruyan Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan

oleh
oleh
Pemerintah Kabupaten Seruyan meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat karhutla dan kekeringan. Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung Selasa (15/9/2026).

KUALA PEMBUANG, kaltengonline.com — Pemerintah Kabupaten Seruyan meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat karhutla dan kekeringan.

Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung Selasa (15/9/2026). Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kejadian karhutla dan dampak musim kemarau di sejumlah wilayah Seruyan.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, peningkatan status tersebut harus diikuti dengan kesiapan seluruh unsur. Pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, pemerintah kecamatan dan desa, hingga masyarakat diminta memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi tersebut.

Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi. Upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat serta peningkatan kesiapan personel dan sarana pemadaman.

Selain karhutla, Pemkab Seruyan juga menghadapi persoalan kekeringan yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah sumur warga mengalami penurunan kualitas akibat rembesan air laut.

Pemkab Seruyan akan memetakan wilayah yang terdampak untuk menentukan kebutuhan penanganan. Distribusi air bersih juga akan diperkuat dengan membuka peluang kerja sama bersama dunia usaha, organisasi dan masyarakat.

Perusahaan di wilayah Seruyan turut didorong menggunakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu penanganan karhutla. Salah satu dukungan yang diharapkan berupa sarana pemadam, termasuk kendaraan roda tiga atau Tosa yang dapat ditempatkan di desa-desa rawan kebakaran.

Dampak kabut asap terhadap aktivitas pendidikan juga menjadi perhatian. Penyesuaian kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.

Dengan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan, pemerintah daerah dapat mempersiapkan dukungan pendanaan sesuai ketentuan. Termasuk melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) serta koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Bupati Seruyan mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.