Imbau Warga Tak Ragu Manfaatkan Rumah Oksigen

oleh
oleh
Nenie Adriati Lambung, Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya
Nenie Adriati Lambung, Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus mengepung Kota Palangka Raya, memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Tingginya paparan polusi udara ini, secara otomatis melipatgandakan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Mengantisipasi ledakan kasus kesehatan, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kini telah menyiagakan fasilitas rumah oksigen.

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mendesak masyarakat agar tidak ragu mendatangi fasilitas medis tersebut manakala mulai merasakan keluhan pernapasan. Saat ini, Pemko telah mengoperasikan sebelas titik rumah oksigen yang tersebar di berbagai kelurahan, guna mendekatkan akses pertolongan pertama bagi warga yang terdampak polusi asap.

“Silakan manfaatkan rumah oksigen yang sudah disediakan oleh pemerintah. Fasilitas ini, disiapkan khusus untuk membantu warga yang membutuhkan pasokan udara bersih. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, kalangan lanjut usia, serta warga dengan riwayat gangguan paru, perlindungan ekstra mutlak diperlukan saat ini,” urai Nenie, Minggu (27/9).

Politikus ini mewanti-wanti, agar warga tidak menyepelekan gejala awal infeksi saluran pernapasan. Dia menekankan, masyarakat harus proaktif mencari pertolongan pertama, tanpa harus menunggu kondisi kesehatan semakin parah atau mengalami sesak napas akut.

Lebih lanjut, untuk penanganan yang bersifat gawat darurat, Nenie mengingatkan, ketersediaan layanan cepat tanggap jemput bola dari pemerintah daerah yang siaga penuh.

“Mari kita sama-sama menjaga kesehatan. Jika ada warga atau anggota keluarga yang tiba-tiba mengalami sesak napas berat di rumah, jangan panik. Silakan langsung hubungi Call Center 112. Nanti pasien akan segera dijemput ambulans dan diantar ke layanan puskesmas 24 jam untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif,” pungkasnya. (zia/ko)