MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanga nan Nota Kesepakatan yang berlangsung di Kantor Badan Bahasa, Jakarta, Selasa (29/9).
Dokumen kesepakatan itu, ditandatangani Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin SSos MSi. Langkah ini, menjadi pijakan krusial dalam memperkuat sinergi pengembangan, pembinaan, serta perlindungan bahasa dan sastra daerah di Kabupaten Barito Utara.
Dalam arahannya, Shalahuddin menegaskan, bahasa dan sastra bukan sekadar alat komunikasi harian, melainkan identitas utama dan pilar kebudayaan masyarakat.
“Bahasa merupakan cermin identitas kita, sedangkan sastra menjadi ruang untuk merekam nilai-nilai kehidupan, sejarah, kearifan lokal, serta pandangan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Shalahuddin.
Bupati memaparkan, Barito Utara menyimpan kekayaan tradisi yang sangat beragam, mulai dari bahasa daerah, sastra lisan, cerita rakyat, peribahasa, hingga syair dan pantun. Seluruh potensi tersebut merupakan aset kebudayaan daerah, sekaligus kekayaan budaya nasional yang wajib dilindungi keberadaannya.
Shalahuddin tak menampik, pesatnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, serta pergeseran pola komunikasi menjadi tantangan berat bagi keberlangsungan penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
“Oleh karena itu, upaya pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa serta sastra daerah harus kita lakukan secara terencana, bersama-sama, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui kesepakatan ini, ia berharap, sinergi antara Pemkab Barito Utara dan pemerintah pusat dapat berjalan efektif. Hasil kerja sama ini, dituntut untuk terus dikawal serta dievaluasi berkala agar memberikan manfaat nyata bagi pelestarian budaya lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya. Semoga kerja sama ini menjadi landasan kokoh agar bahasa dan sastra daerah tetap hidup, berkembang, dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya. (ren/ko)






