Setahun Shalahuddin-Felix, Rehab RSUD Muara Teweh Dikebut

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT berbincang hangat dengan salah satu pengunjung saat meninjau pelayanan di RSUD Muara Teweh, beberapa waktu lalu.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT berbincang hangat dengan salah satu pengunjung saat meninjau pelayanan di RSUD Muara Teweh, beberapa waktu lalu.

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara membeberkan sederet capaian strategis di sektor kesehatan, pada momentum refl eksi satu tahun kepemimpinan Bupati H Shalahuddin ST MT dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd. Berbagai inovasi, mulai dari kepesertaan jaminan kesehatan hingga pembenahan infrastruktur rumah sakit, dipaparkan secara langsung dalam agenda bertajuk Perkembangan Program 11.12 Gaspol, di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Selasa (6/10/2026).

Pemkab Barito Utara sukses menyabet penghargaan bergengsi Universal Health Coverage (UHC) Award Madya 2026 yang diserahkan di Jakarta pada penghujung Januari lalu. Prestasi ini, merupakan buah dari tingginya partisipasi masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menyentuh angka 93,6 persen, melampaui target tahunan pemerintah daerah sebesar 90 persen.

Tren positif juga terlihat pada kepesertaan sektor Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Berdasarkan data per Agustus 2026, pemerintah daerah telah merealisasikan 95,3 persen dari target 63.786 jiwa. Guna menjaga kesinambungan program ini, Pemkab Barito Utara telah menyusun peta jalan jangka panjang yang menargetkan peningkatan jumlah kepesertaan pada 2027, integrasi data secara langsung pada 2028, hingga target pencapaian indeks kepuasan layanan di atas 85 persen pada 2029.

Selain jaminan kesehatan, pemerintah daerah juga tengah mengebut rehabilitasi infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh.

Hingga Agustus 2026, progres fisik pengerjaan telah menembus 25,2 persen. Proyek ini mencakup renovasi gedung utama, instalasi gas medis, gudang alat kesehatan, hingga rumah pompa. Pembenahan komprehensif ini bertujuan untuk menaikkan status RSUD dari Kelas C menjadi Kelas B, sekaligus memproyeksikannya sebagai rumah sakit rujukan regional di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Langkah inovatif lainnya turut diwujudkan melalui serangkaian kebijakan pro-rakyat di lingkungan RSUD Muara Teweh. Saat ini, pemerintah telah menggratiskan biaya parkir, menyediakan konsumsi bagi pendamping pasien, hingga memberikan uang saku senilai Rp1,5 juta khusus bagi pendamping pasien rujukan dari kalangan tidak mampu. Tidak berhenti di situ, pemerintah daerah juga tengah membangun rumah singgah bagi keluarga pasien yang ditargetkan rampung pada Desember mendatang.

Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintahannya.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga Barito Utara mendapat akses kesehatan yang layak tanpa terkecuali. Bantuan uang saku Rp1,5 juta, makan gratis bagi pendamping, serta pembangunan rumah singgah adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat,” tegas Shalahuddin.

Ia pun menginstruksikan, agar renovasi RSUD Muara Teweh dapat segera dirampungkan agar mimpi Barito Utara memiliki rumah sakit rujukan regional yang representatif bisa lekas terwujud. Melalui momentum refl eksi ini, Pemkab Barito Utara optimistis sinergi yang terbangun antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat akan semakin kokoh dalam memajukan daerah. (ren/ko)