Jembatan Lahei Barito Utara Ditarget Rampung 2029, Anggaran Tembus Rp400 Miliar

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT (tengah) didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, Sekretaris Daerah Drs Muhlis, dan jajaran Forkopimda melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Lahei di Desa Lahei II, Kecamatan Lahei, Kamis (8/10).
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT (tengah) didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, Sekretaris Daerah Drs Muhlis, dan jajaran Forkopimda melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Lahei di Desa Lahei II, Kecamatan Lahei, Kamis (8/10).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara resmi memulai megaproyek pembangunan Jembatan Lahei yang berlokasi di Desa Lahei II, Kecamatan Lahei.

Langkah bersejarah ini, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, Kamis (8/10).

Pembangunan infrastruktur penyeberangan ini, diproyeksikan menjadi urat nadi baru dalam mendongkrak konektivitas dan pemerataan ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam arahannya, Shalahuddin menegaskan, groundbreaking ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Ia mewanti-wanti, pihak pelaksana proyek agar tidak semata- mata mengejar kecepatan penyelesaian bangunan, melainkan menjadikan kualitas dan keselamatan konstruksi sebagai prioritas mutlak.

“Kepada pihak kontraktor, saya minta pastikan pekerjaan ini selesai dengan mutu yang baik, aman, kokoh, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Jembatan ini adalah tonggak penting untuk memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Shalahuddin.

Orang nomor satu di Barito Utara ini, menaruh perhatian sangat serius pada tenggat waktu penyelesaian proyek. Ia menegaskan, target rampung pada tahun 2029 adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Ia berharap, seluruh elemen bekerja secara sungguh-sungguh agar pada 2029 mendatang jembatan tersebut sudah bisa dilewati oleh masyarakat luas.

Di sela-sela acara, Shalahuddin juga mengingatkan, esensi pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik beton dan aspal, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar warga. Oleh karena itu, bersamaan dengan acara tersebut, pemerintah daerah turut menggelar pasar murah untuk membantu warga sekitar memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, H Rody, menjelaskan Jembatan Lahei dirancang untuk membuka isolasi dan memperlancar akses transportasi, antara ibu kota kabupaten dengan Kecamatan Lahei hingga Kecamatan Lahei Barat.

Ia membeberkan, megaproyek ini menelan total estimasi anggaran hingga lebih dari Rp400 miliar.

“Pada tahun anggaran 2026 ini, telah dialokasikan dana awal sebesar Rp24 miliar lebih melalui skema tahun jamak (multiyears). Secara teknis, jembatan ini masuk dalam kategori tipe kelas B dengan lebar enam meter dan dilengkapi oleh fasilitas trotoar bagi pejalan kaki,” urai Rody.

Melalui pembangunan strategis ini, Pemkab Barito Utara berharap, konektivitas kawasan akan semakin terbuka lebar. Jembatan Lahei diyakini mampu memangkas waktu tempuh secara signifi kan, melepaskan ketergantungan warga pada armada angkutan feri, sekaligus menjadi jembatan harapan menuju peningkatan taraf hidup masyarakat di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, Sekretaris Daerah Drs Muhlis, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta perwakilan kontraktor. (ren/ko)