MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara melalui Dinas Pendidikan setempat, resmi menjajaki kerja sama strategis, dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Langkah yang dimulai pada Senin (12/10) ini bertujuan mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab setempat.
Ruang lingkup kolaborasi ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kapasitas aparatur. Melalui inisiatif ini, para ASN Barito Utara akan mendapatkan peluang emas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S-1), magister (S-2), doktor (S- 3), hingga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M Iman Topik, menyampaikan penjajakan ini, merupakan lompatan strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur yang bermuara pada optimalisasi pelayanan publik.
“Peningkatan kualitas SDM adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Melalui kerja sama dengan Unpad dan ITB, kami berharap ketersediaan peluang pendidikan dan pengembangan kompetensi bagi ASN Barito Utara semakin terbuka lebar,” ujar Topik, Selasa (13/10).
Topik menjelaskan, langkah penjajakan ini, sejalan dengan amanat Peraturan Bupati Barito Utara Nomor 17 Tahun 2025, tentang Pemberian Beasiswa Pendidikan dan Penghargaan Pendidikan. Nantinya, skema kerja sama akan disesuaikan dengan keunggulan masingmasing kampus guna menjawab kebutuhan spesifik daerah.
Unpad akan difokuskan pada penguatan bidang kesehatan, hukum, sosial-humaniora, serta ekonomi dan bisnis. Sementara itu, ITB akan dioptimalkan untuk pengembangan SDM di bidang sains, teknologi, teknik, perencanaan wilayah, informatika, dan manajemen berbasis teknologi.
Merespons langkah strategis tersebut, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, menegaskan peningkatan kompetensi ASN mutlak diperlukan, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
“Pemerintah daerah sangat membutuhkan aparatur yang berintegritas tinggi dan mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” tegas Shalahuddin.
Lebih lanjut, bupati menginstruksikan, agar penjajakan ini segera ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis yang lebih matang. Hal ini penting untuk memastikan arah program selaras dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus memenuhi ketentuan administrasi, pembiayaan, dan syarat akademik dari kedua perguruan tinggi terkemuka tersebut. (ren/ko)






