PANGKALAN BUN, kaltengonline.com — Pedagang di Pasar Indra Sari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menghadapi penurunan penjualan di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Persaingan dengan toko online turut menambah tekanan bagi pedagang yang mengandalkan pembeli datang langsung ke pasar.
Eni, pedagang pakaian dan aksesori, mengaku kesulitan mendapatkan pembeli. Bahkan, barang kecil seperti jepit rambut semakin sulit terjual. “Sepi banget, cari pembeli satu saja susah. Jangankan beli baju, beli jepit rambut saja sepi,” katanya.
Menurut Eni, penjualan menurun sejak belanja online semakin diminati masyarakat. Kondisi tersebut kini terasa semakin berat di tengah kabut asap karhutla. “Sejak ada online, penjualan drastis turun. Sekarang ditambah asap karhutla. Pokoknya sedih banget,” ujarnya.
Sementara itu, Atik, pedagang sayuran, juga merasakan perubahan omzet. Meski demikian, penjualannya masih terbantu kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan sehari-hari, yang relatif jarang dibeli secara daring. “Kalau sayuran masih ada yang beli, walaupun harganya naik turun. Kalau sayur kan jarang yang beli online,” kata Atik, Rabu (21/10/2026).
Penurunan penjualan membuat pedagang harus bertahan dengan pemasukan yang tidak menentu. Di tengah persaingan perdagangan daring dan kabut asap karhutla, mereka berharap aktivitas pasar kembali ramai agar usaha kecil tetap berjalan. Namun, besarnya pengaruh asap terhadap jumlah pengunjung belum dapat dipastikan tanpa data pembanding. (bob)






