Orangutan Muncul Saat Karhutla di KM 20, BKSDA Kalteng Belum Terima Laporan Warga

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Individu orangutan dewasa terlihat berjalan di sekitar Kilometer 20 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kemunculan satwa dilindungi itu terekam dalam video yang diunggah warga, ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan tersebut.

Dalam rekaman video itu, orangutan tampak bergerak di kawasan yang terdampak kebakaran. Gerak-geriknya terlihat seperti kebingungan. Namun, belum ada informasi yang memastikan apakah kebakaran tersebut menjadi penyebab orangutan keluar dari habitatnya.

Kejadian ini menyoroti ancaman kebakaran terhadap ruang hidup satwa liar. Selain merusak vegetasi, api dapat menghilangkan sumber pakan dan tempat berlindung bagi orangutan. Satwa yang kehilangan ruang hidup berpotensi berpindah ke kawasan lain untuk mencari tempat yang lebih aman.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, menyayangkan belum adanya laporan langsung dari masyarakat mengenai penampakan tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Jumat, 23 Oktober 2026, Handi mengatakan informasi mengenai orangutan itu justru diperolehnya dari rekan media. Ia menyebut individu orangutan dewasa tersebut terlihat berjalan di sekitar KM 20 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.

Handi berharap warga segera melapor jika kembali melihat orangutan itu. Laporan masyarakat diperlukan agar petugas mendapatkan informasi mengenai keberadaan satwa dan dapat menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.

Informasi yang disampaikan warga sebaiknya mencakup lokasi penampakan dan waktu kejadian. Jika memungkinkan, warga dapat memberikan dokumentasi dari jarak aman tanpa mengejar atau mengganggu satwa tersebut.

Masyarakat juga diimbau tidak mendekati, memberi makan, atau mencoba menangkap orangutan. Selain berisiko bagi keselamatan manusia, tindakan tersebut dapat membuat satwa tertekan. Penanganan orangutan sebaiknya diserahkan kepada petugas yang berwenang.

Warga yang melihat orangutan dapat menghubungi layanan penyelamatan satwa liar BKSDA Kalimantan Tengah melalui nomor 0811-5218-500. Laporan melalui saluran tersebut diharapkan membantu petugas memperoleh informasi lebih cepat mengenai keberadaan satwa.

Kemunculan orangutan di tengah situasi karhutla menjadi pengingat bahwa kebakaran tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kehidupan satwa yang bergantung pada hutan. Pelaporan masyarakat dan tindak lanjut petugas menjadi bagian penting dalam upaya melindungi satwa liar di kawasan Kotawaringin Barat. (bob/ko)