Pemkab Barito Utara Matangkan Persiapan Pembangunan RS Kandui

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT (tengah), didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, dan Sekretaris Daerah Drs Muhlis, memimpin rapat koordinasi bersama para camat dan kepala puskesmas se-Kabupaten Barito Utara, di Gedung Balai Antang, Kamis (22/10).
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT (tengah), didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, dan Sekretaris Daerah Drs Muhlis, memimpin rapat koordinasi bersama para camat dan kepala puskesmas se-Kabupaten Barito Utara, di Gedung Balai Antang, Kamis (22/10).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus mematangkan rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Kandui, Kecamatan Gunung Timang. Proyek strategis ini, menjadi salah satu bahasan utama dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, bersama para camat dan kepala puskesmas se-Kabupaten Barito Utara, di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Kamis (22/10).

Shalahuddin menegaskan, kehadiran fasilitas kesehatan di Kandui merupakan langkah konkret untuk memperluas kapasitas dan akses pelayanan medis, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Ia menginstruksikan camat setempat untuk berkoordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna menyiapkan lokasi secara matang.

“Persiapan rumah sakit di Kandui ini harus benar-benar diperhitungkan secara komprehensif. Mulai dari status dan kesesuaian lahan, ketentuan tata ruang, hingga aksesibilitasnya dengan permukiman. Jangan sampai setelah dibangun, lokasinya justru sulit dijangkau oleh warga,” tegas Shalahuddin.

Selain membedah kesiapan infrastruktur kesehatan, rapat tersebut juga difokuskan pada penyusunan program prioritas tahun 2027. Seluruh perangkat daerah diwanti-wanti untuk menyiapkan perencanaan yang terarah, tidak tumpang tindih, dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial yang nyata bagi masyarakat.

Bupati menuntut agar perencanaan program tahun depan benar-benar berpijak pada kebutuhan riil di lapangan. Ia meminta para camat dan kepala puskesmas proaktif menyerap data dan aspirasi dari wilayah masing-masing agar kebijakan yang digulirkan tepat sasaran.

“Program 2027 jangan disusun hanya berdasarkan kebiasaan (salin-tempel) tahun- tahun sebelumnya. Kita harus turun dan mendengar langsung kebutuhan warga di lapangan, karena target kita jelas: masyarakat harus benarbenar merasakan kehadiran pemerintah,” urainya.

Pada sektor pelayanan dasar, Pemkab Barito Utara juga memantapkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan dan kesehatan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan program pendidikan gratis dan penyaluran beasiswa bagi warga yang memenuhi kualifikasi, sejalan dengan percepatan realisasi visi dan misi kepala daerah.

Melalui sinergi 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas, pemerintah daerah terus memacu pembangunan yang berkeadilan. Penyelesaian kendala teknis di lapangan melalui kolaborasi lintas sektoral dinilai menjadi kunci utama agar seluruh program tereksekusi sesuai target.

“Setiap program harus tersusun secara terarah dan terukur. Kita harus bekerja nyata, bergerak cepat, dan bertindak tepat demi mewujudkan Barito Utara yang Maju, Tumbuh Pesat, Sejahtera, dan Berkeadilan,” pungkasnya. (ren/ko)