PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Aksi sederhana. Saling membantu. Terus bergerak. Digalakkan berbagai komunitas dan seluruh elemen masyarakat. Karena dampak Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dirasakan semuanya.
Masyarakat peduli api atau MPA, Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK), petugas dari berbagai instansi, hingga relawan sipil, bahu membahu memadamkan api. Mengulurkan tangan bantu logistik. Memanjatkan doa untuk dukungan moril.
“Kami dari masyarakat biasa. Mencoba menyisir relawan mandiri yang tidak terorganisir pemerintah. Banyak. Bantuan sekecil apapun semoga bermanfaat,” kata Mentor Kelas Foto Borneo (KFB) Deny Krisbiantoro, di kawasan lingkar luar Palangka Raya, kemarin sore.
Di samping penghuni dunia maya tak henti-hentinya, menyuarakan kondisi pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan, sejumlah fotografer mencoba menyalurkan logistik sederhana berupa makanan dan minuman.
“Ada amanah dari donatur agar kita salurkan, ya kita coba berikan dengan menyisir relawan mandiri, dari dalam kota, hingga terus ke berbagai sudut karhutla,” ucapnya didampingi Korkom Hitam Putih Borneo (HPB) Albert M Sholeh dan siswa kelas foto.
Sekitar empat bulan, dampak asap Karhutla belum menunjukkan tanda mereda. Sebaliknya. Semakin pekat. Pedas di mata. Sesak dihirup. Pusing di kepala.
Sesuai angka Kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Palangka Raya, Sabtu (24/10) pukul 15.00 Wib, tembus angka 2.587. Berbahaya.
Semoga karhutla cepat berlalu. Semoga relawan diberi kekuatan. Semoga seluruh lapisan masyarakat senantiasa dikaruniai kesehatan. (abe/*)






