Isu Porprov Kalteng Mundur ke Desember, Persiapan Atlet Terganggu

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com — Isu pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah XIII 2026 bergeser ke awal Desember mengusik persiapan atlet Kotawaringin Barat (Kobar). Program training center (TC) dijeda, sementara cabang olahraga harus menata ulang latihan. KONI Kalteng menyatakan ajang tersebut tetap diupayakan berlangsung tahun ini, tetapi jadwalnya masih menunggu arahan gubernur. Isu Desember belum menjadi keputusan resmi.

Ketua Harian KONI Kalimantan Tengah, M. Hasanuddin Noor, mengatakan Porprov tetap diupayakan terlaksana pada 2026. Namun, keputusan pelaksanaan masih menunggu arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. “Insyaallah tetap digelar pada tahun ini, tapi masih menunggu arahan Gubernur Kalimantan Tengah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Agustiar Sabran sempat menyampaikan Porprov akan digelar pada November 2026. Kini, kabar pelaksanaan pada awal Desember beredar di tengah belum adanya kepastian tanggal pertandingan. Perbedaan perkiraan waktu tersebut membuat daerah belum memiliki pegangan yang pasti untuk mematangkan persiapan kontingen.

Ketua Harian KONI Kobar, Arif Asrofi, Rabu (28/10/2026), mengatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari gubernur atau KONI provinsi. Menurut dia, keputusan dari tingkat provinsi diperlukan agar daerah dapat menentukan langkah persiapan selanjutnya, termasuk mengatur kembali program latihan atlet.

Arif menjelaskan, program TC atlet Kobar untuk sementara dijeda sembari menunggu kepastian pelaksanaan. Selama masa tersebut, atlet dapat menjalani latihan reguler untuk menjaga kebugaran dan performa. Penyesuaian ini dilakukan agar aktivitas latihan tetap berjalan meski jadwal pertandingan belum ditetapkan.

Jeda TC membuat pengurus cabang olahraga dan pelatih harus kembali menata strategi. Intensitas latihan, masa pemulihan, hingga target mencapai performa puncak perlu disesuaikan dengan perkiraan waktu pertandingan. Jika jadwal berubah, program yang telah disusun berpotensi kembali mengalami penyesuaian.

Pengamat olahraga Yusro Arodi menilai situasi tersebut dapat memengaruhi kesiapan mental atlet. Atlet yang telah berlatih dalam waktu panjang membutuhkan target kompetisi yang jelas. Tanpa kepastian waktu bertanding, kejenuhan dan penurunan motivasi dikhawatirkan muncul, sehingga setiap cabang olahraga harus mencari cara menjaga semangat atlet.

Menurut Yusro, kepastian jadwal penting agar persiapan tidak berjalan tanpa arah. Pengurus cabang olahraga perlu menyusun program yang realistis, sedangkan atlet harus menjaga konsistensi latihan. Kejelasan waktu pelaksanaan juga membantu daerah memperhitungkan kebutuhan persiapan dan mengatur strategi menghadapi kompetisi.

Persiapan Porprov berlangsung di tengah persoalan karhutla yang turut menjadi perhatian di Kalimantan Tengah. Asap kebakaran berpotensi mengganggu latihan luar ruangan karena kualitas udara yang buruk dapat memicu iritasi mata dan gangguan pernapasan. Kondisi ini membuat pelatih perlu mempertimbangkan kesehatan atlet saat menentukan lokasi dan intensitas latihan. Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan karhutla menjadi penyebab perubahan jadwal Porprov.

Seluruh kontingen kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah kini menanti kepastian jadwal Porprov XIII 2026 agar persiapan atlet dapat disusun secara terarah. Kejelasan waktu pelaksanaan dinilai penting untuk menjaga konsistensi latihan, mengatur strategi, dan mempertahankan motivasi atlet. Di tengah isu pergeseran jadwal ke awal Desember dan situasi karhutla, keputusan resmi dari pemerintah provinsi dan KONI Kalteng menjadi acuan bagi daerah dalam mematangkan persiapan menghadapi kompetisi. (ko)