Preeklamsia, Bisa Dicegah dengan Aspirin Dosis Rendah

oleh
JAGA: Meski begitu membahayakan, sejatinya preeklamsia bisa dicegah dengan mengenali faktor risiko. (Foto Ilustrasi: Dite Surendra/Jawa Pos)

FAKTOR RISIKO SEDANG

– Ibu hamil berusia 40 tahun ke atas. Risikonya 2x lebih tinggi daripada ibu hamil yang usia kehamilan pertamanya di bawah 40 tahun.

– Kehamilan pertama. Risikonya 3x lipat daripada ibu yang sudah hamil kedua dan seterusnya.

– Jarak antar kehamilan terlalu dekat, yakni di bawah 5 tahun. Salah satu penelitian di Norwegia menyebutkan bahwa risiko preeklamsia di kehamilan berikutnya sebesar 1,5x dan berlipat ganda setiap lima tahun.

– Indeks massa tubuh tinggi atau obesitas, risikonya 2,5x lipat.

FAKTOR RISIKO TINGGI

– Memiliki riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Risikonya 2x lipat.

– Kehamilan kembar. Risikonya 3x lipat.

– Diabetes melitus, terlebih yang bergantung pada insulin. Risikonya 4x lipat.

– Sindrom antifosfolipid, biasanya dialami ibu yang memiliki riwayat keguguran. Juga terjadi pada pasien lupus atau penyakit autoimun. Risikonya 10x lipat. (jawapos.com)