Khususnya Setelah Terjadi Pandemi Covid-19
PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo mengatakan bahwa kondisi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Tambun Bungai per 31 Desember 2021 yang lalu tercatat sebanyak 75.278. Angka ini terdiri dari usaha menengah 309 unit, usaha kecil 3.363 unit dan usaha mikro sebanyak 71.606 unit.
Menurut wagub, jumlah UMKM ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan semenjak munculnya pandemi Covid-19. Awalnya, jumlah UMKM pada Desember 2019 atau sebelum muncul virus corona, masih berjumlah 40.568 UMKM saja.
“Hal ini menunjukkan bahwa sektor UMKM merupakan usaha yang sangat diminati oleh sebagian besar masyarakat di Kalteng di tengah pandemi Covid-19,” kata Edy Pratowo, belum lama ini.
Diungkapkannya, UMKM merupakan faktor pendukung untuk kemajuan suatu daerah dan sekitarnya. Dalam artian dapat dikatakan bahwa keberadaan pelaku UMKM merupakan faktor pendukung untuk kemajuan perekonomian dan kesejahteraan suatu daerah, bahkan bangsa.
“Dampak yang diterima para pelaku UMKM akibat pandemic Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat saat ini,” ucapnya.
Tentu saja, hal ini menjadi perhatian dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah serta pihak perbankan. Kebijakan dan program yang telah dilaksanakan selama pandemic Covid-19 tahun 2020 telah tersalurkan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) kepada 60.415 pelaku usaha mikro se-Kalteng dengan nilai Rp2,4 juta per pelaku usaha. “Selain itu juga disalurkan stimulus kepada 3.350 penerima dengan nilai Rp1 juta per pelaku usaha,” ungkap wagub.
Pada tahun 2021, seperti yang dijelaskan Wagub Edy Pratowo, bahwa pemerintah kembali menyalurkan BPUM untuk Kalteng sebanyak 99.087 penerima dengan nilai Rp1,2 juta per pelaku usaha. (abw/ens)







