Kalteng Perluas Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

oleh
oleh
Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), di aula UIN Palangka Raya, Kamis (23/4).
Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), di aula UIN Palangka Raya, Kamis (23/4).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan gratis hingga perguruan tinggi. Tahun ini, sedikitnya 10 ribu calon mahasiswa baru disiapkan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana, serta 2 ribu kuota pendidikan vokasi D1 bagi generasi muda.

Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo, menegaskan kebijakan tersebut lahir dari kesadaran akan pentingnya pemerataan pendidikan di wilayah yang masih menghadapi kesenjangan akses, terutama di daerah pedalaman.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Isu ketidakadilan, ketidakmerataan, dan kesenjangan pendidikan menjadi latar belakang kami untuk menghadirkan program-program strategis,” ujarnya, Selasa (5/5).

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas karena Kalteng dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam. Namun, kekayaan tersebut harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki keterampilan memadai.

“Kalau kita ingin sumber daya alam ini dikelola dengan baik, maka harus didukung sumber daya manusia yang mumpuni. Karena itu pendidikan menjadi kunci,” katanya.

Sejumlah program telah dijalankan Pemprov Kalteng, di antaranya sekolah gratis dan digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan tulis interaktif di sekolah-sekolah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi.

Baca Juga:  Gubernur Luncurkan Empat Program Strategis

Selain itu, melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana, pemerintah menargetkan 10 ribu calon mahasiswa baru yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah provinsi. Program ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu, khususnya yang berada di wilayah pedalaman.

Tak hanya pendidikan akademik, Pemprov juga membuka jalur pendidikan vokasi D1 bagi 2 ribu calon mahasiswa pada tahun ini. Program tersebut diarahkan untuk mencetak tenaga terampil sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Semua biaya ditanggung pemerintah provinsi. Sasaran utamanya adalah masyarakat kurang mampu dan anak-anak dari daerah pedalaman agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi,” tegasnya.

Pemprov Kalteng menempatkan pembangunan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Dengan perluasan akses sekolah dan perguruan tinggi, pemerintah berharap lahir generasi muda yang memiliki kompetensi, daya saing, serta mampu mengelola potensi daerah secara berkelanjutan.

Pemerataan pendidikan hingga wilayah terpencil menjadi perhatian utama. Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Kalteng yang tertinggal hanya karena faktor ekonomi maupun keterbatasan akses.

“Kami ingin anak-anak di Kalimantan Tengah, terutama di pedalaman, memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Pendidikan adalah fondasi utama untuk menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya. (ovi/ans/ko)