Bupati Dukung Pembangunan Pabrik Gula

oleh
oleh
BERBINCANG: Bupati Kotim Halikinnor berbincang dengan warga desa saat melakukan kunjungan di salah satu kecamatan yang ada di Kotim, belum lama ini.

SAMPIT-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyambut baik rencana pembangunan pabrik gula dan kebun tebu di wilayah itu. Adanya investor dari India yang berminat untuk membangun pabrik tersebut digadang-gadang akan mampu membawa dampak positif bagi wilayah Kotim. Hal tersebut karena bahan baku yang diperlukan sudah tersedia sehingga proses produksi dapat berjalan lancar.

“Ini bisa berdampak positif bagi masyarakat kita, jadi kita akan dukung investor India tersebut jika ingin membangun pabrik gula dan kebun tebu di Kotim. Jadi kita tidak perlu lagi mengambil gula dari Pulau Jawa. Kalau perlu, kita yang kirim ke Pulau Jawa,”ucap Halikinnor, Rabu (1/2).

Hingga saat ini, investor yang berminat untuk membangun pabrik gula tersebut tengah mempersiapkan perizinan dari pusat. Diharapkan peoses perizinan ini bisa berjalan lancar sehingga parik gula tersebut dapat terealisasikan dengan cepat.

“Kemaren saya sudah bertemu dengan pimpinannya. Mereka sedang mengurus perizinan di BKPM pusat. Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga dapat terealisasikan segera,”lanjutnya.

Dengan adanya investor yang ingin membuat pabrik gula di Kotim, hal tersebut akan berdampak langsung bagi daerah.

Selain menghasilkan barang yang diproduksi langsung dengan bahan baku yang sudah ada, pabrik gula ini tentunya akan menjadi lapangan pekerjaan baru. Perekonomian baru juga akan muncul dan barang yang dihasilkan dapat dijual murah ke masyarakat.

“Jika ini terealisasi, maka akan ada lapangan pekerjaan baru. Kemudian karena ini diproduksi diwilayah kita, maka harganya juga akan lebih terjangkau,”tandasnya.

Rencanya pabrik gula tersebut akan diarahkan ke arah selatan wilayah Kotim. Hal tersebut karena wilayah selatan sebagai tata ruang pengolahan lumbung pangan.

Wilayah tersebut yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit. (sli/ans/ko)