Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran berkomitmen untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Tambun Bungai. Menurutnya Kalteng memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA). Karena itu perlu menitikberatkan pembangunan SDM guna memajukan hilirisasi industri di daerah, sehingga SDA yang dimiliki dapat diolah secara maksimal oleh SDM lokal.
AKHMAD DHANI, Palangka Raya
“SDA melimpah, tapi SDM-nya kurang. Selama ini Kalteng terus mengirim bahan baku produk mentah. Dari zaman orde baru seperti itu. Kita upayakan ke depan tidak terjadi lagi. Mari kita gaungkan terus agar kapasitas SDM kita makin meningkat,” kata Sugianto saat memberikan sekapur sirih dalam pertemuan bersama pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Palangka Raya, pengurus organisasi masyarakat (ormas), dan pengurus paguyuban di halaman Istana Isen Mulang, Kamis (3/8).
Menurut Sugianto, upaya yang dapat dilakukan dari kondisi ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/ kota, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
“Alam kita kaya akan silika, bahan ini dibutuhkan dunia untuk membuat energi hijau (green energy), selain air, angin, dan lain-lain. Untuk membangun PLTS juga butuh silika,” sebutnya.
Tak hanya itu, orang nomor satu di Kalteng itu juga menyoroti sektor kehutanan. Selama ini kayu-kayu dari Kalteng dikirim ke luar daerah dalam bentuk bahan mentah, bukan produk jadi. Karena itu sudah waktunya bagi Kalteng untuk mengembangkan hilirisasi industri sektor tersebut.
“Sampai sekarang kita terus mengirim keluar tiga sampai empat juta kubik kayu tiap tahun. Semestinya ada upaya agar kita agar di Kalteng ini memiliki pabrik hilirisasi,” ucapnya.
Menurut gubernur, Kalteng perlu membangun industri. Sebab, angkatan kerja di Kalteng terhitung banyak. Sektor industri di Kalteng terdiri atas perusahaan pertambangan, mebel, bauksit, sawit, dan lain-lain.
“Saya yakin ke depan Kalteng dapat menjadi produsen terbesar sawit se-Indonesia. Sayangnya, tempat pengolahan tidak ada satu pun di Kalteng. Nilai tambahnya malah ke luar daerah,” ungkapnya.
Gubernur yang menjabat dua periode itu berpendapat, sejumlah latar belakang persoalan hilirisasi industri beserta pembangunan manusia di Kalteng harus menjadi visi dan misi gubernur selanjutnya.
“Gubernur berikutnya harus memiliki visi dan misi untuk membangun hilirisasi industri di Kalteng. Tidak boleh tidak. Harus bisa dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi PAD,” ujarnya.
Senada disampaikan istri Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Yulistra Ivo. Menurutnya, lapangan kerja di Bumi Tambun Bungai akan makin bertambah jika hilirisasi industri berkembang. Oleh karena itu, ia menekankan agar pemimpin selanjutnya menitikberatkan pada pembangunan SDM beserta hilirisasi industri. “Daya saing SDM kita harus kuat, anak-anak muda daerah harus punya mimpi yang tinggi, agar daerah kita makin maju ke depan,” ucapnya. (ko)







