Menurut Eko, ketika pemain Kalteng Putra berdarah, tidak ada tindakan yang diambil wasit. Sejak kehilangan satu pemain karena kartu merah, mental tim Kalteng Putra langsung jatuh.
“Pemain belakang di bagian yang sangat vital dapat kartu merah. Padahal tadi wasit sudah mencabut kuning, eh malah berubah pikiran, makanya saya bilang dari awal pengennya wasit jujur, netral, fairplay, tidak dibantu, tapi ternyata begitu di lapangan malah demikian,” tuturnya.
Dengan hasil tersebut, ujar Eko, peluang timnya untuk lolos 12 besar liga 2 pun tertutup. Namun timnya masih akan berjuang untuk tetap bertahan di Liga 2.
Perwakilan pemain Kalteng Putra, Zakaria juga mengaku kecewa dengan hasil pertandingan itu. Bahkan penonton dan supporter pun kecewa. “Meski mengecewakan, kami akan tetap berjuang di laga berikut,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Asisten Pelatih Persipal Babel United Andika Pratama mengaku bersyukur karena timnya bisa lolos ke babak 12 besar, mendampingi PSBS Biak dan Persewar Waropen.
Andika menyebut, sejak awal ia meminta para pemain untuk bermain lepas dan tampil maksimal. Hasil pertandingan itu pun mengubur asa Kalteng Putra untuk lolos ke babak 12 besar Liga 2.
”Setidaknya iya, karena poinnya sudah 18, perhitungan tim lain seperti Persipura pun tidak bisa mengejar lagi. Alhamdulillah kami bisa lolos ke babak 12 besar mendampingi Biak dan Waropen,” ujarnya. (dan/ce/ala/ko)







