Yuk ! Warga Kalteng yang Ingin Berkarier di Jepang

oleh
oleh

Ketiga adalah pertanian (agriculture). Program ini membantu menyediakan tenaga kerja bagi sektor pertanian Jepang, yang membutuhkan bantuan dalam menangani tanaman, panen, dan pekerjaan pertanian lainya.

Keempat perikanan (fishery). Tokutei Ginou memberikan peluang bagi individu untuk bekerja di perairan Jepang, membantu dalam penangkapan ikan dan pemrosesan hasil tangkapan.

“Kelima adalah manufaktur (manufacturing). Industri manufaktur Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja, program ini membantu mengisi celah tersebut dengan menawarkan pelatihan untuk bekerja di sektor manufaktur,” jelasnya. Keenam adalah konstruksi (construction).

Dalam menghadapi pertumbuhan pembangunan yang konstan, program ini membantu menyediakan pekerja dalam industri konstruksi untuk berbagai proyek infrastruktur. Ketujuh adalah pembuatan kapal) (shipbuilding). Jepang memiliki industri pembuatan kapal yang kuat. Program Tokutei Ginou dalam bidang ini membantu mengembangkan tenaga kerja yang terampil di sektor tersebut.

“Kedelapan adalah perawatan mobil (automobile maintenance). Dalam industri otomotif yang besar, perawatan dan perbaikan mobil menjadi penting. Program ini melatih individu untuk menjadi teknisi otomotif yang berkualitas.

Baca Juga:  Mak-Mak Belok Mendadak, Truk Tabrak Avanza di Depan SMPN 2 Madurejo

Selanjutnya adalah hotel dan perhotelan (hotel and hospitality). Demi mendukung pariwisata yang berkembang pesat, program ini membantu dalam menyediakan staf hotel dan perhotelan yang dapat berkomunikasi dengan wisatawan asing.

Kesepuluh adalah industri kapal pesiar (ship cruising). Dengan popularitas kapal pesiar yang terus meningkat, terdapat permintaan untuk staf dalam berbagai posisi di kapal pesiar.

“Kesebelas, pengolahan ikan (fish processing). Program ini melatih individu dalam pengolahan ikan dan makanan laut lainnya, mendukung industri makanan laut yang penting di Jepang. Lalu ada industri tekstil (textile industry). Meskipun menurun dalam beberapa tahun terakhir, industri tekstil Jepang masih memerlukan tenaga kerja yang terampil dalam pembuatan produk tekstil,” tuturnya.