Hatir Tarigan Ingatkan Pemko Palangka Raya Tetap Solid di Tengah Pemangkasan TKD

oleh
oleh
Hatir Sata Tarigan, Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya
Hatir Sata Tarigan, Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Di tengah kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang berlaku secara nasional, Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, meminta jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Menurut Hatir, kebijakan pemotongan TKD tidak hanya terjadi di Palangka Raya, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Meski berdampak pada sejumlah sektor, pemerintah daerah diminta tidak kehilangan semangat dan kreativitas dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Pemotongan TKD ini dilakukan tidak hanya di Kota Cantik saja, namun di seluruh penjuru tanah air. Karena itu, saya harap jajaran pemerintah tetap semangat melayani masyarakat,” ujarnya, Senin (10/11).

Ia menegaskan, kondisi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dan mencari terobosan baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.

“Kita perlu merumuskan bersama upaya peningkatan PAD. Tapi jangan sampai kebijakan itu memberatkan masyarakat umum,” tegas Hatir.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan mitra kerja yang selama ini sudah memiliki landasan hukum dan Surat Keputusan (SK) resmi. Layaknya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan forum pembela negara.

“Kalaupun sudah ada kesepakatan soal insentif, agar jangan dilupakan. Itu bentuk penghargaan terhadap mitra kerja yang sudah berkontribusi,” beber Hatir

Bendahara DPD Partai Demokrat Kalteng itu juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu pembahasan lebih lanjut mengenai besaran APBD murni 2026 untuk memastikan seluruh anggaran tetap proporsional.

Hatir berharap seluruh pihak, baik eksekutif maupun legislatif, bisa menjaga sinergi menghadapi situasi fiskal yang dinamis, agar pelayanan publik dan pembangunan di Kota Cantik tetap berjalan optimal. “Kuncinya adalah tetap solid, kreatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutupnya. (ham/ans/ko)