PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Musim kemarau mulai menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Penurunan debit air baku dinilai berpotensi mengganggu pelayanan air bersih jika tidak diantisipasi sejak dini.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Erlan Audri, meminta PDAM memperketat pengawasan terhadap sumber air baku hingga jaringan distribusi. Menurutnya, pengawasan penting untuk memastikan kualitas sekaligus kontinuitas pasokan air kepada masyarakat tetap terjaga.
“Musim kemarau menjadi tantangan bagi penyedia layanan air bersih. Kami berharap PDAM tetap menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat agar layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Erlan, Senin (10/8).
Menurut dia, penurunan debit air baku dapat berdampak pada proses pengolahan hingga distribusi. Karena itu, PDAM perlu memetakan titik-titik rawan gangguan dan menyiapkan langkah antisipasi jika pasokan air baku menurun atau terjadi gangguan jaringan.
Erlan menegaskan, persoalan air bersih bukan hanya menyangkut kualitas. Kontinuitas pelayanan juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai kemarau berkepanjangan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air.
“Selain menjaga kualitas, kami berharap distribusi air bersih tetap lancar sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh pasokan selama kemarau,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan. Menurutnya, menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih bukan hanya tugas PDAM, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.
“Kolaborasi semua pihak sangat diperlukan agar pelayanan air bersih tetap berjalan optimal dan masyarakat tetap mendapatkan haknya atas akses air bersih yang aman dan berkualitas,” pungkasnya. (zia/ko)







