Mahasiswa FTIK UIN Palangka Raya Optimalkan Laboratorium Fisika MAN Kota Palangka Raya

oleh
oleh
Foto Bersama Kegiatan Pengabdian Optimalisasi Laboratorium Fisika di MAN Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA — Tiga mahasiswa Program Studi Tadris Fisika FTIK UIN Palangka Raya menjalankan program MBKM Asistensi Mengajar di MAN Kota Palangka Raya sejak Juli hingga November 2025. Selain mengajar, mereka mengerjakan proyek utama berupa optimalisasi laboratorium fisika yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kegiatan diawali dengan pemetaan kondisi ruang laboratorium, mulai dari kelayakan meja praktikum, instalasi listrik, hingga pengecekan alat ukur dasar dan perangkat optik. Mahasiswa juga menilai kelengkapan pendukung seperti pedoman K3, tata tertib penggunaan alat, serta kebersihan dan penataan ruang. Temuan tersebut kemudian dikonsultasikan bersama guru pamong untuk merumuskan solusi yang tepat.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa menghadirkan ahli laboratorium fisika dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Optimalisasi Laboratorium Fisika di MAN Kota Palangka Raya.” Narasumber utama, Prof. Dr. Adam Malik, M.Pd., Guru Besar Laboratorium Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menekankan bahwa laboratorium merupakan ruang penting untuk membangun pengalaman belajar berbasis eksperimen. Ia juga menegaskan bahwa kelas pun dapat berfungsi sebagai laboratorium selama praktik bermakna tetap dapat dilakukan.

Kegiatan yang diikuti guru, dosen, dan siswa MAN Kota Palangka Raya itu berlangsung interaktif. Banyak ide dan masukan muncul selama diskusi, terutama terkait pengelolaan alat, desain praktikum, hingga penerapan SOP keselamatan.

Pengenalan Poster Keselamatan Kerja Laboratorium kepada Siswa

Selama program, mahasiswa juga menyusun media edukatif berupa Poster K3 yang dipasang di laboratorium sebagai panduan keselamatan. Mereka kemudian memfasilitasi praktikum sederhana—mulai dari pengukuran besaran hingga penggunaan alat ukur dasar—serta membuat model motor listrik sederhana sebagai alat peraga yang mudah direplikasi siswa.

Kegiatan Praktikum GGL (Motor Listrik) dan Percepatan Gravitasi

Guru pamong, Eddi Suryanto, menilai kegiatan ini membawa dampak positif. Ia menyebut siswa menjadi lebih antusias, aktif bertanya, dan lebih percaya diri saat melakukan percobaan. Evaluasi bersama menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar fisika dan kemampuan berpikir ilmiah.

Laboratorium fisika MAN Kota Palangka Raya kini mulai kembali dimanfaatkan secara optimal. Guru memperoleh referensi baru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis praktik, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengelola kegiatan laboratorium.

Program MBKM ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kemitraan antara UIN Palangka Raya dan sekolah, sekaligus mendorong pembelajaran fisika yang lebih kontekstual dan berpusat pada pengalaman siswa. (Astri, Jihan, Shofia)