Reses DPRD Kalteng di Hiang Bana, Faridawaty Serap Aspirasi Warga

oleh
oleh

KASONGAN, kaltengonline.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darlan Atjeh, melaksanakan reses perseorangan di Desa Hiang Bana yang digelar di rumah kepala desa setempat. Dalam kegiatan tersebut, Faridawaty menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan kebutuhan dasar desa.

Ia mengakui bahwa efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak hingga ke daerah. Hal itu menyebabkan sejumlah program pembangunan belum dapat direalisasikan secara maksimal.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, tentu berdampak pada pelaksanaan pembangunan, baik di tingkat provinsi maupun desa. Namun aspirasi masyarakat tetap kita tampung dan perjuangkan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti penurunan Dana Desa yang sebelumnya mencapai Rp1 miliar menjadi sekitar Rp250 juta per desa. Kondisi ini membuat sebagian anggaran harus dialihkan ke sektor kesehatan.

Dalam dialog bersama warga, Kepala Desa Hiang Bana menyampaikan sejumlah usulan prioritas, di antaranya penimbunan area makam yang rawan banjir, penyediaan air bersih, rehabilitasi rumah ibadah, serta pembangunan penerangan jalan umum.

Untuk kebutuhan air bersih, warga saat ini masih bergantung pada pasokan dari Kereng Pangi atau Kasongan dengan tarif sekitar Rp10.000 per galon.

Baca Juga:  Belasan SPPG Ditutup, DPRD Kalteng Tegaskan Tak Ada Kompromi

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kristen, Hamni, mengusulkan rehabilitasi Gereja Genesaret yang kondisinya memprihatinkan, serta peningkatan Jalan Teratai di RT 04 sepanjang kurang lebih 300 meter.

Dari unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), usulan mencakup peningkatan jalan di RT 09 dan RT 10, pembangunan jembatan kayu di RT 09 yang rawan ambruk, serta pembukaan akses jalan menuju wilayah LU2.

Wakil BPD juga mengusulkan penimbunan makam yang semakin sempit dan rawan banjir, serta pembangunan jembatan gorong-gorong sebagai penghubung jalan.

Aspirasi lain datang dari warga, termasuk permintaan pembaruan data kemiskinan agar lebih akurat, pembangunan tiang listrik permanen di sejumlah RT, serta penyediaan jaringan internet atau WiFi.

Tak hanya itu, warga juga mengusulkan pembangunan jembatan di Jalan Teratai serta pengadaan sound system dan tenda untuk menunjang kegiatan keagamaan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Faridawaty menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah. “Semua usulan ini akan kita catat dan perjuangkan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran yang ada,” tegasnya.(ko)