PT KKP Dorong Pakan Mandiri Ayam Petelur di Kotim, Biaya Produksi Bisa Hemat Rp120 Ribu per Karung

oleh
oleh

SAMPIT, kaltengonline.com – Pelatihan pakan mandiri ayam petelur mulai digencarkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menjawab tingginya permintaan telur ayam di wilayah Kotim dan Seruyan. Program CSR PT KKP ini dinilai menjadi solusi menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan pabrikan.

Dalam dua tahun terakhir, usaha ayam petelur pemula bermunculan di desa-desa sekitar perusahaan di bawah Wilmar Grup. Peluang ekonomi dari bisnis telur ayam dinilai menjanjikan, bukan hanya sebagai sumber pendapatan keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di pedesaan.

Selama ini, mayoritas peternak masih bergantung pada pakan pabrikan. Kondisi tersebut membuat biaya produksi tinggi dan rentan terhadap fluktuasi harga. Minimnya pengetahuan dan keterampilan mengolah pakan sendiri juga menjadi kendala utama.

Berangkat dari persoalan itu, perusahaan bersama Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera Desa Tangar menggelar pelatihan pengolahan pakan mandiri di kebun Poktan Km 11, Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kamis (2/4).

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang ekonomi, PT KKP menghadirkan trainer pengolahan pakan, Agung Setiawan dari Kabupaten Kapuas. Peserta dilatih sekaligus menyaksikan langsung proses pembuatan pakan mandiri menggunakan bahan seperti tepung konsentrat, jagung giling, dan bekatul. Jagung giling sendiri berasal dari hasil panen program CSR sebelumnya.

Agung menyebut, produktivitas telur dengan pakan mandiri bisa sangat tinggi. “Minimal 90 persen, bahkan di kandang Poktan Pahari Sejahtera bisa mencapai 97 persen per hari,” ujarnya.

Baca Juga:  NasDem Kalteng Nyatakan Sikap atas Pemberitaan Tempo, Soroti Etika Jurnalistik

Selain produktivitas, efisiensi biaya juga menjadi keunggulan utama. Menurut dia, selisih harga pakan mandiri dibanding pabrikan bisa mencapai Rp800 per kilogram, bahkan Rp2.400 per kilogram dibanding pakan eceran. “Kalau dihitung per karung 50 kilogram, penghematan bisa Rp40 ribu sampai Rp120 ribu,” tambahnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Endrayatno, mengapresiasi kolaborasi CSR PT KKP dan Poktan tersebut. Ia menilai pelatihan ini penting untuk mendorong kemandirian peternak desa.

“Harapannya, peternak tidak lagi bergantung pada pakan pabrikan, biaya produksi lebih efisien, dan pendapatan meningkat,” katanya.

Ketua Poktan Pahari Sejahtera, Sugiarto Sumari, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan perusahaan. Ia berharap ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha ternak yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

CSR Manager PT KKP, Widiyanto, menegaskan pelatihan serupa akan terus menjadi prioritas program perusahaan. Ke depan, pihaknya membuka peluang pembelajaran lintas desa dan kelompok usaha dengan fokus pengembangan ekonomi yang beragam.

Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan desa binaan Wilmar Grup yang juga memiliki usaha ayam petelur, seperti Desa Biru Maju, Sembuluh I, dan Tabiku.

“Harapannya, Poktan Pahari Sejahtera bisa jadi contoh bagi kelompok lain dalam mengembangkan inovasi pakan mandiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Widiyanto, didampingi Andy Chandrabudi dari manajemen kebun PT KKP.(bud)