DPRD Kalteng Dorong Pembenahan Menyeluruh RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Doris Sylvanus kembali menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Lonjakan jumlah pasien yang tidak sebanding dengan kapasitas layanan, dinilai berdampak pada belum optimalnya pelayanan, terutama saat kondisi membludak.
Permasalahan tersebut disebut bukan hal baru. Selama ini, RSUD dr Doris Sylvanus menghadapi keterbatasan ruang, tenaga medis, serta tingginya rujukan pasien dari berbagai daerah di Kalteng. DPRD Kalteng pun terus mendorong adanya pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi manajemen, fasilitas, maupun pengembangan layanan kesehatan jangka panjang.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan Diran, mengatakan pihaknya telah beberapa kali membahas persoalan tersebut melalui rapat dengar pendapat (RDP). “Memang ada beberapa kali RDP juga sudah disampaikan, kondisi yang pertama terkait kesiapan tenaga, terutama pasien yang banyak, sementara tenaga dinilai kurang profesional,” ujarnya, Senin (4/5).
Tommy menjelaskan, manajemen rumah sakit sebenarnya telah melakukan sejumlah upaya perbaikan. Namun demikian, hasil yang terlihat dinilai belum signifikan dalam menjawab persoalan mendasar di lapangan. Menurutnya, pelayanan relatif berjalan baik saat jumlah pasien tidak terlalu padat.
“Permasalahan di rumah sakit Doris ini memang sejak dulu ada, terutama di IGD. Memang ada perubahan tapi belum terlalu signifikan. Namun setidaknya sudah ada pergerakan ke arah perbaikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tommy menilai ketika jumlah pasien meningkat drastis, tenaga medis kerap kewalahan karena keterbatasan kapasitas. Kondisi ini yang kemudian memicu penilaian masyarakat terhadap pelayanan IGD yang belum maksimal.
DPRD Kalteng berharap adanya sinergi antar rumah sakit di Kota Palangka Raya dapat membantu mengurai kepadatan pasien di IGD RSUD dr Doris Sylvanus. Selain itu, rencana pembangunan dan pengembangan rumah sakit baru termasuk optimalisasi RS Kalawa Atei, diharapkan mampu menjadi solusi agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin maksimal. (afa/ko)







