PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi memberikan apresiasi terhadap langkah aparat gabungan yang melakukan patroli, sekaligus penertiban aksi balap liar di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya, Minggu dini hari hingga pagi hari.
Menurut Syaufwan, aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari sudah lama dikeluhkan masyarakat, karena dinilai mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas dari kepolisian bersama tim gabungan dalam menertibkan balap liar. Aktivitas ini memang sangat meresahkan warga, apalagi dilakukan pada malam hingga dini hari,” ujar Syaufwan, Kamis (14/5).
Dia menilai, langkah tegas aparat sudah tepat sebagai upaya memberikan efek jera kepada para pelaku. Terlebih, sebagian besar yang diamankan masih berstatus pelajar tingkat SMP dan SMA.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, pihak sekolah, maupun orang tua agar generasi muda tidak terjerumus dalam aktivitas yang berbahaya. “Ini menjadi perhatian serius bersama, baik pemerintah, sekolah maupun orang tua. Jangan sampai anak-anak kita justru terlibat kegiatan yang membahayakan masa depan mereka,” katanya.
Politisi PAN ini mendukung keputusan aparat yang memberikan sanksi tilang maksimal serta menahan kendaraan para pelaku selama tiga bulan. Ia menilai, langkah tersebut penting agar para pelaku tidak kembali mengulangi perbuatannya.
“Kalau memang itu untuk memberikan efek jera, kami mendukung. Karena kalau hanya dibina tanpa tindakan tegas, biasanya mereka kembali mengulangi,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Syaufwan meminta, pengawasan dari keluarga juga diperkuat. Dia menekankan, pentingnya peran orang tua dalam mengontrol aktivitas anak, khususnya saat malam hari.
“Orang tua harus tahu anaknya keluar malam ke mana, menggunakan kendaraan apa, dan dengan siapa. Jangan sampai lengah,” imbuhnya.
Sebelumnya, patroli gabungan yang dilakukan aparat di sejumlah titik rawan balap liar seperti Jalan Adonis Samad, Jalan Diponegoro, Jalan RTA Milono, kawasan Murjani hingga Jalan Soekarno berhasil mengamankan 24 unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk aksi balap liar. (ham/ko)







