Gubernur Agustiar Sabran Serukan Gerakan Cegah Karhutla dan Ketahanan Pangan

oleh
oleh
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (23/5).
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (23/5).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi untuk mengingatkan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan ekonomi global.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur H. Agustiar Sabran, saat memimpin Upacara Hari Jadi Ke69 Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (23/5).

Dirinya menegaskan, Kalteng merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau.

Menurutnya, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama mencegah bencana yang setiap tahun mengancam lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan bencana besar. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan,” ujar Agustiar saat itu.

Ia mengajak seluruh masyarakat, aparat pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, komunitas, serta generasi muda untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Gubernur juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama menjaga tanah yang kita cintai,” tegasnya.

Selain menyoroti ancaman karhutla, Gubernur juga menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan mandiri dari lingkungan keluarga. Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan pangan, masyarakat perlu mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat menanam cabai, sayur-mayur, buah-buahan, maupun komoditas sederhana lain yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas, tetapi bisa dimulai dari halaman rumah, dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” katanya.

Menurut orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu, kemandirian daerah tidak dapat dilepaskan dari kemampuan setiap keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Karena itu, gerakan memanfaatkan pekarangan rumah dinilai menjadi langkah sederhana namun strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. (ovi/ans/ko)