Subandi Ajak Warga Jujur dalam Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan

oleh
oleh
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menjadi momentum penting untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengajak masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS) yang melakukan pendataan.

Menurut Subandi, kualitas hasil sensus sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat saat menyampaikan informasi terkait usaha maupun aktivitas ekonomi yang dijalankan. Ia menilai data yang akurat akan menjadi pondasi penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah.

“Kita menyambut positif pelaksanaan sensus ekonomi tersebut. Nantinya masyarakat yang didatangi petugas diharapkan dapat menjelaskan secara riil apa yang terjadi dengan kondisi ekonomi mereka,” ujarnya, Selasa (3/6).

Sensus Ekonomi 2026 sendiri berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026. Pendataan ini mencakup berbagai kegiatan usaha nonpertanian, mulai dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), usaha rumahan, usaha berbasis digital, hingga perusahaan berskala besar yang beroperasi di Kota Palangka Raya.

Subandi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir atau ragu saat memberikan informasi kepada petugas sensus. Menurutnya, keterbukaan masyarakat justru akan membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Kalau ditanya mengenai usaha, ya sampaikan apa adanya. Sehingga data ekonomi ini memang mencerminkan kondisi yang terjadi di lapangan,” katanya.

Baca Juga:  Hasan Busyairi Nilai Program Makan Bergizi Gratis Ringankan Beban Ekonomi Warga

Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya tidak sekadar menjadi kumpulan angka statistik. Lebih dari itu, data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan sektor usaha yang memiliki potensi besar untuk tumbuh.

“Data itu nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat maupun semua komponen termasuk lembaga agar memberikan data kepada petugas sesuai faktanya,” ucapnya.

Menurut Subandi, semakin lengkap dan akurat data yang dihimpun, semakin tepat pula kebijakan yang dapat dihasilkan pemerintah. Oleh sebab itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026.

Ia berharap hasil sensus nantinya mampu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi Kota Palangka Raya sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembangunan daerah di masa mendatang.

“Nanti tentu kita berharap hasil data tersebut diolah oleh statistik dan hasilnya disampaikan juga kepada kita semua terkait sensus ekonomi di Kota Palangka Raya. Apakah positif atau bagaimana, itu harus nanti disampaikan hasilnya,” pungkasnya. (zia/ans/ko)