Bupati Rizky Aditya Buka Pawai Gema Hijriah 1 Muharam 1448 H di Nanga Bulik

oleh
oleh
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra (tengah) mengikuti Pawai Gema Hijriah dalam rangka peringatan 1 Muharam 1448 H di Lapangan Kartawana, Kota Nanga Bulik, Selasa (16/6).
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra (tengah) mengikuti Pawai Gema Hijriah dalam rangka peringatan 1 Muharam 1448 H di Lapangan Kartawana, Kota Nanga Bulik, Selasa (16/6).

NANGA BULIK, Kaltengonline.com – Semarak peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, di Kabupaten Lamandau diwarnai dengan pelaksanaan Pawai Gema Hijriah. Acara keagamaan ini dibuka Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, di Lapangan Kartawana, Kota Nanga Bulik, Selasa (16/6).

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Peserta pawai datang dari berbagai kalangan, mulai dari santri TK/TPA hingga kategori umum yang melibatkan majelis taklim dan sejumlah lembaga pendidikan. Turut hadir memeriahkan acara, perwakilan anggota DPRD Lamandau, Polres Lamandau, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Rizky menyampaikan, peringatan Tahun Baru Islam kali ini mengusung tema bersama Muharam menebar kebaikan dan menguatkan ukhuwah Islamiah.

“Tema ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjadikan momentum hijrah sebagai sarana introspeksi diri, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Bupati Lamandau Tutup Sumber Mulya Fest dengan Pelepasan 7.000 Lampion, UMKM Ikut Terdongkrak

Dia mengajak, seluruh peserta dan warga untuk memaknai peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW, sebagai sumber inspirasi dalam melakukan perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

“Semangat hijrah ini harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, penguatan akhlak, serta kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, bupati mengapresiasi, tingginya antusiasme warga dalam menyemarakkan Tahun Baru Islam. Dia berharap, kegiatan seperti ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiah, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam. (lan/ko)