Sungai Lamandau Surut Jadi Wisata Dadakan, Bupati Imbau Pengunjung Utamakan Keselamatan

oleh
oleh
Sejumlah pengunjung tampak memadati hamparan pasir di kawasan aliran Sungai Lamandau, baru-baru ini.
Sejumlah pengunjung tampak memadati hamparan pasir di kawasan aliran Sungai Lamandau, baru-baru ini.

NANGA BULIK, Kaltengonline.com – Fenomena menyurutnya debit air Sungai Lamandau pada musim kemarau, memunculkan hamparan pasir luas yang kini ramai dimanfaatkan warga sebagai destinasi wisata dadakan. Seiring dengan terus melonjaknya jumlah pengunjung yang berekreasi, Pemerintah Kabupaten Lamandau mengimbau, masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga ketertiban, serta memelihara kebersihan lingkungan.

Imbauan tegas ini, disampaikan langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Secara khusus, ia menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak yang asyik bermain di sekitar bantaran sungai.

“Saya minta agar orang tua memberikan pengawasan penuh. Anak-anak tidak diperkenankan bermain tanpa pendampingan, mengingat kondisi sungai tetap memiliki potensi bahaya terselubung meskipun debit airnya sedang surut,” tegas Rizky Aditya Putra.

Selain memperketat pengawasan anak, bupati juga meminta, pengunjung yang ingin berenang agar tidak melewati batas garis pengaman yang telah dipasang oleh petugas di lapangan. Pemasangan pembatas tersebut, merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan dan menekan risiko kecelakaan air. Masyarakat juga diajak untuk proaktif mematuhi petunjuk petugas, demi menciptakan iklim wisata yang aman, nyaman, dan tertib bagi semua pihak.

Di samping urusan keselamatan, aspek ketertiban dan kebersihan turut menjadi sorotan utama pemerintah daerah. Pengunjung yang menghabiskan waktu dengan bermain sepak bola, bola voli, maupun permainan fisik lainnya di atas pasir diimbau agar tetap menghargai ruang dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lain.

Para pelancong lokal juga dilarang keras, membuang sampah sembarangan di area sungai. Warga diwajibkan, membawa kembali sampah sisa makanan mereka atau membuangnya langsung pada tempat penampungan yang telah disediakan.

“Dengan kesadaran menjaga kebersihan bersama, keindahan kawasan Sungai Lamandau ini dapat terus terpelihara, sehingga ke depan tetap bisa dinikmati sebagai destinasi rekreasi alternatif yang nyaman bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (lan/ko)