DPRD Palangka Raya Imbau Warga Tak Bakar Lahan Saat Musim Kemarau

oleh
oleh
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Syaufwan Hadi.
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Syaufwan Hadi.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Musim kemarau mulai dirasakan di Kota Palangka Raya. Berkurangnya intensitas hujan membuat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat. DPRD Kota Palangka Raya pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Syaufwan Hadi mengatakan, kondisi cuaca saat ini harus menjadi peringatan dini bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, pengalaman kabut asap yang hampir selalu terjadi saat kemarau seharusnya menjadi pelajaran agar pencegahan dilakukan sejak awal.

“Musim kemarau sudah mulai terasa dan hujan juga mulai berkurang. Ini menjadi sinyal bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi karhutla,” ujarnya, Rabu (15/7).

Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Kesadaran masyarakat menjadi kunci karena sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas manusia, baik saat membuka lahan maupun akibat kelalaian.

Syaufwan mengimbau warga tidak membakar lahan karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran besar, terutama di lahan gambut yang kering dan saat angin bertiup kencang. Ia juga meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan semak, hutan, maupun lahan gambut.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai kelalaian kecil memicu kebakaran besar yang merugikan banyak pihak,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta memperkuat langkah antisipasi. BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, aparat kelurahan, hingga TNIPolri diharapkan meningkatkan patroli di kawasan rawan karhutla serta memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi penanganan.

“Pemerintah harus memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap menghadapi potensi karhutla. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Syaufwan mengingatkan, karhutla tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan, aktivitas pendidikan, transportasi, hingga perekonomian. Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani sebelum meluas.

“Karhutla adalah ancaman bersama. Dengan kewaspadaan, kepedulian, dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, kita bisa mencegah kebakaran sebelum meluas,” pungkasnya.(zia/ko)