Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat saat cuaca panas mulai mendominasi wilayah tersebut. Kebakaran yang terjadi di Jalan Ahmad Yani Km 10, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Sabtu (20/6/2026), kini menjadi perhatian karena diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, api pertama kali diketahui membakar area lahan kosong pada siang hari. Kepulan asap yang membumbung tinggi membuat warga dan relawan setempat segera melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kotawaringin Barat.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembukaan lahan yang tidak terkendali. Kobaran api kemudian merembet ke lahan kering di sekitarnya sehingga memicu kebakaran yang lebih luas dan menghasilkan asap tebal.
Mendapat laporan tersebut, BPBD Kobar langsung mengerahkan personel ke lokasi. Sebelum tim utama tiba, sejumlah relawan bersama anggota TRC BPBD yang berada di sekitar lokasi terlebih dahulu melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan api masih aktif membakar vegetasi kering. Dengan dukungan dua unit mobil tangki suplai dan peralatan pemadaman lainnya, tim gabungan berjibaku memadamkan api di tengah keterbatasan sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran.
Kerja sama antara BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Tagana, dan warga sekitar akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa jam penanganan, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak merembet ke area lain yang berpotensi terbakar.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi masyarakat menjelang puncak musim kemarau. Pemerintah dan petugas penanggulangan bencana mengingatkan agar aktivitas pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar karena berisiko memicu karhutla yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat.







