PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Harga Pertalite eceran Kotawaringin Barat melonjak hingga Rp22 ribu per botol di tengah panjangnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih membeli BBM eceran meski harus membayar jauh lebih mahal demi tetap dapat melanjutkan perjalanan.
Fenomena ini terlihat di kawasan Simpang Runtu, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Sejumlah penjual BBM eceran memanfaatkan tingginya permintaan masyarakat yang kesulitan mendapatkan Pertalite di SPBU.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Reni, mengaku terkejut saat mengetahui harga Pertalite eceran mencapai Rp22 ribu per botol. Meski harganya jauh di atas harga normal, ia tetap membelinya karena tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam mengantre di SPBU.
“Kalau beli di SPBU ngantrinya minta ampun. Terpaksa beli Pertalite botolan Rp22 ribu supaya bisa lanjut jalan,” ujar Reni, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, saat itu penjual hanya menyediakan Pertalite. Ia bahkan membayangkan harga Pertamax eceran bisa jauh lebih mahal apabila tersedia. “Kebetulan yang jual nggak ada Pertamax. Apa jadinya kalau per botol Pertamax,” ucapnya sambil menggelengkan kepala.







