Ketua PMI Abdul Hamid Siapkan Markas Permanen untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan di Lamandau

oleh
oleh
Ketua PMI Kabupaten Lamandau, Abdul Hamid (kiri) meninjau sejumlah bangunan yang diproyeksikan menjadi markas permanen PMI di Nanga Bulik, belum lama ini.
Ketua PMI Kabupaten Lamandau, Abdul Hamid (kiri) meninjau sejumlah bangunan yang diproyeksikan menjadi markas permanen PMI di Nanga Bulik, belum lama ini.

NANGA BULIK, Kaltengonline.com – Guna memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat, pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lamandau, terus mematangkan kesiapan fasilitas penunjang. Salah satu langkah prioritas yang kini tengah dikebut adalah penyediaan markas permanen untuk menunjang tugas anggota di lapangan.

​Keseriusan ini ditunjukkan Ketua PMI Lamandau, Abdul Hamid, dengan meninjau sejumlah lokasi yang diproyeksikan sebagai markas tetap. Beberapa bangunan yang disurvei meliputi eks Gedung Laboratorium Dinas Kesehatan, serta eks ruang loket administrasi dan ruang direktur pada bangunan lama RSUD Lamandau.

​Abdul Hamid menyampaikan, penetapan markas tetap ini sangat krusial untuk meningkatkan kapasitas organisasi dalam mendukung berbagai layanan kemanusiaan, mulai dari donor darah, penanganan bencana, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

​“Selama ini, PMI Lamandau belum memiliki markas tetap yang memadai. Keberadaan markas permanen ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi, penyimpanan logistik, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” kata Abdul Hamid, belum lama ini.

Baca Juga:  Rizky Aditya Putra Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemitraan Usaha dan Jaminan Sosial

​Dalam peninjauan tersebut, Abdul Hamid yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Lamandau, turut menyerap masukan dari jajaran pengurus untuk menentukan opsi bangunan terbaik.

​“Saya berharap melalui evaluasi langsung ini, kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat terus meningkat. Selain mengelola pelayanan donor darah, PMI harus selalu siap siaga terjun membantu penanganan bencana,” harapnya.

​Dia menegaskan, markas PMI ke depan tidak hanya berfungsi sebagai kantor administrasi, tetapi juga menjadi pusat pergerakan kemanusiaan yang mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.

​Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan sistem logistik yang tertata, PMI Kabupaten Lamandau diharapkan semakin optimal dalam menjalankan misi kemanusiaan, baik dalam kondisi normal maupun darurat bencana.

​“Markas PMI harus menjadi pusat koordinasi dan pelayanan yang selalu siap bergerak kapan pun masyarakat membutuhkan,” pungkasnya. (lan/ko)