Prevalensi Stunting Palangka Raya Turun Jadi 19,10 Persen, Pemko Perkuat Kolaborasi

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memberikan perhatian terhadap keluarga resiko stunting.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memberikan perhatian terhadap keluarga resiko stunting.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Berbagai program intervensi terus dijalankan secara terpadu guna menekan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak melalui bidan yang tersebar di seluruh kota Palangka Raya.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah keluarga sasaran di Kota Palangka Raya pada 2024 mencapai 36.826 keluarga.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.307 keluarga atau sekitar 14,41 persen masuk kategori keluarga berisiko stunting (KRS). Sementara itu, target capaian Kota Palangka Raya berada pada angka 12,39 persen.

Adapun prevalensi stunting di Kota Palangka Raya pada 2024 tercatat sebesar 19,10 persen. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 8,90 persen dibandingkan capaian sebelumnya, sehingga menjadi indikator positif atas efektivitas berbagai program percepatan penanganan stunting yang telah dijalankan.

Wali Kota Palangka Raya mengatakan, tren penurunan prevalensi stunting tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang selama ini aktif terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, termasuk para bidan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga:  Wali Kota Palangka Raya Tekankan PPPK Guru Junjung Nilai BerAKHLAK Saat Orientasi

“Kita juga pernah berbicara mengenai stunting. Saat ini prevalensi stunting di Kota Palangka Raya menunjukkan perkembangan yang baik, trennya terus menurun. Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk kontribusi para bidan,” ujarnya, Sabtu (27/6).

Ia menegaskan, Pemko Palangka Raya akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar target penurunan stunting dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. “Keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta partisipasi aktif masyarakat,” terangnya.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemko Palangka Raya optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. (afa/ans/ko)