PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kekeringan akibat musim kemarau panjang meningkatkan potensi kebakaran tempat tinggal hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya.
Kondisi air yang surut di kawasan pinggiran sungai lokasi pemukiman warga padat penduduk mendorong adanya langkah antisipasi, salah satunya pengadaan pompa air.
Usulan tersebut disampaikan warga kepada Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat bertemu langsung di lapangan.
Pompa air dinilai dapat membantu masyarakat maupun petugas dalam melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau sumber air.
Fairid mengatakan, pemerintah memahami kebutuhan masyarakat tersebut. Namun, pengadaan pompa air beserta pipa penyalurnya perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah yang menjadi lokasi rawan kebakaran.
Ia menuturkan, penggunaan pompa air saja belum tentu menjadi solusi yang efektif jika sumber air tidak tersedia di sekitar lokasi.
“Memang salah satunya ada keinginan warga untuk pengadaan pompa air. Kalau berbicara tentang pengadaan itu, pompa airnya dengan pipa paralon, di kondisi lapangan yang ditinggali masyarakat tidak cukup kuat. Mungkin bisa dengan embung atau sumur resapan,” ujar Fairid, Kamis (6/8).
Ia menjelaskan, pembangunan embung maupun sumur resapan membutuhkan ketersediaan lahan yang memadai. Karena itu, Pemko Palangka Raya mulai melakukan pengecekan sejumlah lokasi sekaligus berkoordinasi dengan perangkat lingkungan setempat untuk mengetahui lahan yang dapat dimanfaatkan.
“Bangun embung sumur resapan itu kan memerlukan lahan. Karena itu tadi kami mengecek lokasi dan berkoordinasi juga dengan RT untuk menyiapkan lahannya,” katanya.
Fairid menegaskan, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan dukungan terhadap kebutuhan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau. Ketersediaan sumber air di wilayah rawan karhutla dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi. (afa/ans/ko)







