Kabut Asap Palangka Raya Makin Pekat, Layanan Ibu Hamil dan Balita Diperkuat

oleh
oleh
Wali kota Palangka Raya, Fairid Naparin meninjau UPTD puskesmas Kereng Bengkirai bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan.
Wali kota Palangka Raya, Fairid Naparin meninjau UPTD puskesmas Kereng Bengkirai bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bergerak tanggap untuk menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan kabut asap kian pekat dan berdampak kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita dan lansia. Wali Kota Palangka Raya mengerahkan untuk tenaga kesehatan terutama puskesmas dan bidan dapat membuka akses untuk kelompok tersebut bisa terlayani dengan baik.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan pengamanan layanan untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita yang menjadi prioritas utama penanganan di fasilitas kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

“Perhatian ekstra terhadap kesiapan fasilitas penunjang medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), khususnya ketersediaan tabung oksigen serta penanganan cepat bagi anak-anak dan ibu hamil yang rentan terpapar dampak kabut asap atau memiliki riwayat penyakit bawaan seperti asma,” ujarnya, Selasa (15/9).

Fairid menyebut apabila kondisi pasien membutuhkan perawatan lanjutan, akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Ia tidak menampik bahwa saat musim karhutla melanda, jumlah warga yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bisa melonjak drastis hingga mencapai puluhan sampai ratusan orang per hari.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena setiap data (ISPA) yang masuk merupakan akumulasi pencatatan menyeluruh, termasuk pemeriksaan bagi warga dengan keluhan ringan maupun mereka yang memiliki komorbid,” terangnya.

Guna menjamin keamanan kelompok rentan, Pemkot Palangka Raya memastikan setiap unit IGD telah disiagakan secara paripurna seperti di Puskesmas Menteng, Puskesmas Bukit Hindu dan puskesmas yang tersedia untuk rumah oksigen. Mulai dari kehadiran dokter jaga, ketersediaan unit ambulans, hingga pasokan oksigen dan alat bantu pernapasan pendukung bagi anak-anak dan ibu hamil dipastikan tercukupi.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat terkhusus ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan optimal. Ada ikatan bidan yang ikut terlibat dalam membantu pelayanan oksigen untuk ibu hamil,” pungkasnya. (afa/ans/ko)