PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memberikan bantuan evakuasi kepada warga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yaitu rumah singgah Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan penanganan sementara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan lokasi rumah singgah tersebut di Jalan Poncowati, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Ia menyebut setidaknya ada enam warga yang dievakuasi ke rumah singgah akan mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatannya. Apabila kondisi warga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka akan terlebih dahulu dirujuk ke puskesmas.
“Jadi kemarin dievakuasi, kita rujuk ke puskesmas. Apabila dari puskesmas perlu rujukan lagi ke rumah sakit, maka akan kita rujuk,” kata Fairid, Kamis (3/9).
Menurutnya, warga yang berada di rumah singgah tidak dibatasi secara ketat mengenai lama waktu tinggal. Mereka dapat tetap berada di lokasi tersebut hingga kondisi kesehatan kembali normal atau sampai yang bersangkutan dinilai sudah dapat kembali.
“Di rumah singgah sampai dengan kondisi normal ataupun yang bersangkutan, maksudnya itu bebas,” ujarnya.
Fairid menyebut, evakuasi juga telah dilakukan terhadap kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap dampak buruk kabut asap.
Selain anak-anak, lansia menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam proses evakuasi. Di sisi lain, Fairid menyampaikan kondisi karhutla di Palangka Raya menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Ia mengatakan, pada kondisi terparah, titik api di wilayah tersebut sempat berada pada kisaran 1.200 hingga 1.300 titik per hari. Saat ini, jumlah titik api disebut telah menurun menjadi sekitar 528 titik. Kendati demikian, Fairid menegaskan penurunan tersebut tidak berarti karhutla telah sepenuhnya berakhir. (afa/ans/ko)






