PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2027 disepakati mengalami peningkatan signifikan dibandingkan APBD 2026.
Nilai APBD 2027 ditetapkan dalam KUA-PPAS sementara sebesar Rp1,427 triliun lebih atau hampir mencapai Rp1,5 triliun.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kenaikan tersebut mencapai sekitar Rp250 miliar lebih dibandingkan APBD 2026 yang berada di kisaran Rp1,1 triliun. Ia menilai peningkatan anggaran ini membuat kapasitas fiskal daerah kembali mendekati kondisi APBD pada 2025 setelah sebelumnya mengalami efisiensi.
“Anggaran APBD 2027 yang sudah disepakati, angka APBD Kota Palangka Raya tahun 2027 adalah Rp1,427 triliun lebih. Jadi akan naik sekitar Rp250 miliar lebih. Hampir kembali seperti APBD tahun 2025,” kata Fairid, Senin (31/8).
Hal tersebut disampaikan Fairid setelah mengikuti Rapat Paripurna Ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Palangka Raya.
Dalam rapat tersebut, salah satu agenda yang dibahas yakni pengesahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2027.
Fairid menjelaskan, kondisi anggaran Kota Palangka Raya pada 2025 dan 2026 sebelumnya dipengaruhi kebijakan efisiensi. Pada 2026, APBD berada di sekitar Rp1,1 triliun, sedangkan untuk 2027 telah disepakati adanya peningkatan hingga Rp1,427 triliun lebih.
“Kemarin 2026 sekitar Rp1,1 triliun, kemudian untuk 2027 disepakati dalam KUA-PPAS sementara sebesar Rp1,427 triliun lebih, hampir Rp1,5 triliun,” ujarnya.
Selain membahas KUAPPAS APBD 2027, rapat paripurna tersebut juga mengesahkan nota kesepakatan APBD Perubahan Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2026. Dalam perubahan tersebut, terdapat penambahan anggaran sekitar Rp52 miliar dibandingkan pagu sebelumnya.
Dengan adanya peningkatan APBD 2027 tersebut, Fairid menegaskan bahwa anggaran Kota Palangka Raya mengalami kenaikan dari sekitar Rp1,1 triliun menjadi Rp1,427 triliun lebih. “Naik. Dari Rp1,1 triliun ke hampir Rp1,5 triliun.
Alhamdulillah,” pungkasnya. (afa/ans/ko)







