Kirab Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Pembukaan Grebeg Suro Lamandau 2026

oleh
oleh
Pembukaan Grebeg Suro yang dimeriahkan kirab gunungan hasil bumi di kawasan Bundaran Rusa, Nanga Bulik, Rabu (8/7).
Pembukaan Grebeg Suro yang dimeriahkan kirab gunungan hasil bumi di kawasan Bundaran Rusa, Nanga Bulik, Rabu (8/7).

NANGA BULIK, Kaltengonline.com – Semarak budaya menyelimuti Kota Nanga Bulik seiring dibukanya rangkaian acara Grebeg Suro di Kabupaten Lamandau, Rabu (8/7). Bertempat di kawasan Bundaran Rusa, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, membuka secara resmi agenda tahunan yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 11 Juli mendatang tersebut.

Pembukaan berlangsung meriah dengan prosesi kirab yang menampilkan gunungan hasil bumi, pusaka Merah Putih, atraksi Reog Ponorogo, serta pawai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

​Prosesi kirab gunungan yang disusun dari berbagai hasil pertanian seperti padi, jagung, sayuran, buah-buahan, hingga umbi-umbian menjadi daya tarik utama yang menyedot perhatian ribuan warga. Rizky dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, sponsor, dan elemen masyarakat yang telah berkolaborasi sehingga acara dapat terselenggara dengan sukses. Ia menegaskan, Grebeg Suro bukan sekadar perayaan tradisi leluhur, melainkan momentum penting untuk memupuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia hasil bumi dan rezeki yang melimpah bagi masyarakat Lamandau.

Baca Juga:  Bupati Lamandau Hadiri Pengesahan 67 Warga Baru PSHT, Tekankan Jiwa Nasionalisme

​Lebih lanjut, bupati menjelaskan, tradisi kirab gunungan mengandung pesan moral yang mendalam mengenai semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Melalui ajang ini, pemerintah daerah berupaya untuk terus melestarikan kearifan lokal, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Ia berharap, Grebeg Suro dapat konsisten menjadi agenda budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lamandau, sekaligus mempererat jalinan kebersamaan antarwarga dalam merawat nilai-nilai budaya warisan para leluhur. (lan/ko)