Pemkab Kotim Dorong Pedagang Pasar Rakyat Manfaatkan Teknologi Digital untuk Perluas Pemasaran

oleh
oleh
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, saat diwawancarai awak media belum lama ini.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, saat diwawancarai awak media belum lama ini.

SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong penguatan pasar rakyat agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern maupun perkembangan transaksi digital. Salah satu langkah yang didorong adalah pemanfaatan teknologi sebagai sarana promosi dan pemasaran bagi para pedagang.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat daya saing pedagang kecil yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas di pasar tradisional.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, mengatakan pasar rakyat memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain menjadi pusat transaksi kebutuhan pokok masyarakat, pasar juga menjadi tempat berkembangnya usaha kecil dan sumber mata pencaharian bagi banyak warga.

“Pasar rakyat memiliki peran yang sangat penting sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, keberadaannya harus terus diperkuat agar tetap menjadi pilihan masyarakat meski di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern,” kata Rody di Sampit, Kamis.

Menurutnya, meningkatnya persaingan perdagangan menuntut pengelolaan pasar rakyat dilakukan secara lebih profesional. Pembenahan tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan, penataan lingkungan pasar, pembinaan pedagang, serta penguatan tata kelola.

Rody menjelaskan, perkembangan teknologi menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung digitalisasi melalui peningkatan sarana dan prasarana, pembinaan pedagang, hingga penguatan sistem pengelolaan pasar.

“Maka dari itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan pasar rakyat melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan tata kelola, pembinaan para pedagang, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan perdagangan,” ujarnya.

Ia menilai para pedagang perlu memanfaatkan platform digital sebagai media promosi dan pemasaran agar jangkauan penjualan tidak hanya bergantung pada pembeli yang datang langsung ke pasar. Dengan cara tersebut, peluang memperluas pasar sekaligus meningkatkan efisiensi usaha akan semakin terbuka.

Meski demikian, penerapan teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pedagang di masing-masing pasar sehingga proses adaptasi dapat berjalan lebih efektif.

Selain mendorong digitalisasi, Pemkab Kotim juga berupaya menciptakan pasar rakyat yang bersih, tertib, aman, dan nyaman. Menurut Rody, kondisi lingkungan pasar yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat saat berbelanja.

Ia menegaskan keberhasilan pengembangan pasar rakyat memerlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang, pelaku usaha hingga masyarakat sebagai konsumen.

“Pengembangan pasar rakyat tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar pasar semakin maju, memiliki daya saing, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai lokal yang menjadi identitas daerah,” tegasnya.

Rody optimistis pembenahan pasar rakyat yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pasar yang semakin tertata dan kompetitif diyakini mampu meningkatkan aktivitas perdagangan, memperkuat sektor UMKM, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Harapannya, upaya yang dilakukan secara berkelanjutan ini dapat menjadikan pasar rakyat semakin berkembang, lebih kompetitif, dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (ko)