Sementara itu, Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Disbun Kalteng, Jayan Wahyudi, S.Hut., M.P., menyampaikan bahwa sektor perkebunan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Selain memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pekebun mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan keberlanjutan pengelolaan kebun,” katanya.
Jayan menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong percepatan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai langkah awal menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Selain itu, penguatan kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan organisasi pekebun juga menjadi fokus pemerintah guna meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai industri sawit.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelatihan, Martin, melaporkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40 Tahun 2025 dengan total durasi pembelajaran sebanyak 36 jam pelajaran.
“Pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara BPDP dan BBPMKP dalam upaya meningkatkan kompetensi serta kapabilitas SDM perkebunan sawit. Tahun 2026 menjadi tahun kelima pelaksanaan program yang dipercayakan BPDP kepada BBPMKP,” ungkap Martin saat menyampaikan laporan kegiatan.
Ia menjelaskan, dari 35 peserta yang direkrut, sebanyak 34 orang dapat mengikuti pelatihan. Satu peserta lainnya berhalangan tetap karena meninggal dunia sebelum kegiatan berlangsung.
“Atas nama panitia dan seluruh peserta, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Martin menjelaskan, pelatihan difokuskan pada empat tujuan utama, yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, memperkuat kemampuan mengelola kelembagaan pekebun, meningkatkan pemahaman mengenai kemitraan usaha, serta membangun jejaring kerja sama yang mampu mendukung pengembangan usaha perkebunan secara berkelanjutan.
Materi yang diberikan meliputi Peningkatan Kesadaran Kelompok, Pengelolaan Kelompok, Kemitraan Usaha Pekebun, Membangun Jejaring, Dinamika Kelompok, dan Penguatan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun. Seluruh proses pembelajaran didampingi fasilitator berpengalaman dari BBPMKP dengan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (POD) melalui diskusi interaktif, simulasi, studi kasus, permainan kelompok, praktik, dan mini outbound.
Peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh, menyelesaikan pre-test, mengisi evaluasi, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL), berhak memperoleh sertifikat yang ditandatangani Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu melahirkan pekebun yang lebih mandiri, profesional, serta memiliki kelembagaan yang kuat sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan mendukung terwujudnya industri kelapa sawit berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(kom/uut).







