MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin memimpin langsung Rapat Koordinasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Utara di Ruang Rapat A Sekretariat Daerah, Kamis (30/7). Rapat koordinasi ini digelar sebagai langkah strategis untuk membenahi permasalahan distribusi air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan A Md Sekretaris Daerah Drs Muhlis, Direktur PDAM Batara, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta unsur Forkopimda. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menuntaskan persoalan mendasar pelayanan air minum bagi warganya.
Dalam arahannya, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyatakan tidak ingin ada lagi keluhan dari masyarakat terkait kualitas dan ketersediaan air PDAM, terutama di wilayah perkotaan yang selama ini menjadi sorotan.
“Tapi untuk yang tinggal di daerah perkotaan itu harus clear ya, tidak ada lagi air keruh atau mati. Alhamdulillah tiga hari ini air PDAM sudah bersih,” ujar Bupati Shalahuddin kepada para peserta rapat.
Bupati menekankan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan fokus utama membenahi infrastruktur yang rusak terlebih dahulu. Ia menolak wacana pembangunan baru secara besar-besaran sebelum jaringan eksisting benar-benar berfungsi optimal.
“Mau kita kerjakan sembilan kecamatan, tidak perlu bangun baru. Bangun barunya bertahap. Hari ini kita membenahi yang rusak-rusak dulu,” tegas orang nomor satu di Barito Utara tersebut.
Untuk menjawab tantangan peningkatan kebutuhan air bersih, Pemkab Barut telah melakukan penambahan kapasitas produksi. Dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun telah masuk untuk memperkuat sistem SPAM di daerah tersebut.
Bupati Shalahuddin menjelaskan penambahan kapasitas tersebut telah direalisasikan dengan pembelian alat produksi baru. Dengan begitu, total kapasitas produksi air PDAM meningkat signifikan.
“Saya kemarin sudah beli alatnya. Kapasitas sudah ditambah. APBN sudah masuk itu. Tambah lagi berapa? Lima puluh liter per detik ya tambahannya. Berarti bertambah jadi yang 130 tambah 50 menjadi 180,” jelas Bupati dengan rinci.
Selain peningkatan kapasitas produksi, Bupati juga meminta PDAM untuk segera melakukan pengadaan dan perluasan jaringan pipa distribusi. Langkah ini diharapkan mampu memperluas cakupan layanan agar seluruh masyarakat mendapat akses air bersih yang merata.
“Saya sudah bilang kemarin pengadaan distribusi pipa ditambah lagi, jangan sampai ada masyarakat tidak mendapatkan air bersih,” pesan Bupati kepada jajaran PDAM Barito Utara.
Bupati Shalahuddin mengancam akan mengevaluasi secara langsung kinerja PDAM jika target perbaikan tidak tercapai. Ia menegaskan tidak akan main-main dalam mengawasi realisasi program-program yang telah dicanangkan pemerintah daerah. “Kalau masih ada air mati atau keruh terus, saya panggil lagi nantinya,” pungkas Bupati dengan tegas mengakhiri arahannya.
Dengan adanya rakor ini, Pemkab Barito Utara berharap sinergi antara PDAM, Organisasi Perangkat Daerah terkait, dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat. Tujuannya satu, yakni memastikan seluruh masyarakat Barito Utara mendapatkan akses air minum yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. (ren/nue/ko)







