PANGKALAN BUN, kaltengonline.com — Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mengganggu persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kobar. Para atlet yang menjalani training camp (TC) tetap dituntut menjaga kebugaran, tetapi harus berlatih di tengah kualitas udara yang menurun.
Kepala Dispora Kobar, Alfan Kusnaini, mengatakan Kobar kini berstatus Tanggap Darurat Karhutla. Menurutnya, asap mulai dirasakan langsung oleh atlet saat menjalani latihan.
“Sekarang Kobar sudah Tanggap Darurat Karhutla. Asap pekat mulai mengganggu para atlet saat menjalankan latihan,” kata Alfan saat menghadiri TC atlet Korfball Kobar, Sabtu (15/8/2026).
Alfan mengingatkan atlet untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh. Ia meminta mereka menjaga pola hidup sehat, menghindari makanan dan minuman yang kurang sehat, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Sementara itu, Ketua KONI Kobar, Hj. Fatmawati, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh cabang olahraga (cabor) untuk memantau kondisi atlet.
“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan cabor agar benar-benar memperhatikan kesehatan atlet,” tegas Fatmawati.
Ketua Harian KONI Kobar sekaligus anggota DPRD Kobar, Arif Asrofi, menegaskan kesehatan atlet harus menjadi prioritas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.
“Kesehatan atlet paling utama. Saat ini Kobar diselimuti asap pekat,” kata Arif.
Ia meminta pelatih dan pengurus cabor menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi udara. Jika paparan asap semakin mengganggu, kesehatan dan keselamatan atlet harus menjadi pertimbangan utama.
Meski persiapan Porprov tetap berjalan, KONI dan Dispora Kobar berharap atlet dapat menjaga kebugaran agar target prestasi tetap dikejar tanpa mengorbankan kesehatan.







